HETANEWS

Panatapan Silemeleme Parsingguran Simpan Segudang Keindahan yang Nyaris Terlupakan

Objek wisata Panatapan Silemeleme di Dusun Sipariama, Desa Parsingguran II, Kecamatan Pollung, yang saat ini luput dari perhatian Pemkab Humbahas. (Foto/Rachmat Tinton)

Humbahas, hetanews.com - Berada di ketinggian kurang lebih 1.600 meter dari permukaan laut, Panatapan Silemeleme, menjadi spot yang tepat buat menikmati keindahan Danau Toba.

Silemeleme ini, berlokasi di Dusun Sipariama, Desa Parsingguran II, Kecamatan Pollung,  Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas).

Objek wisata tersebut, menjadi salah satu tempat liburan yang tengah naik daun selama beberapa  tahun terakhir karena  terdapatnya lokasi-lokasi yang cocok untuk  spot-spot foto indah, berfoto selfie, dan instagramable.

Tak dapat dipungkiri, bahwa salah satu daya tarik sebuah tempat wisata, selain pemandangan dan nilai historinya, adalah spot-spot foto cantik yang disediakan oleh alam secara natural.

Di zaman sekarang, keberadaan spot foto cantik menjadi salah satu magnet seseorang mengunjungi suatu tempat wisata. Sehingga Panatapan Silemeleme ini selalu ramai pengunjung terutama di hari libur.

Pada dasarnya, Panatapan Silemeleme memang sudah cantik dengan pemandangan alamnya yang luar biasa. Dari bukit ini pengunjung bisa melihat keindahan Danau Toba dari atas. Pandangan wisatawan tidak akan terhalang oleh apa pun.

 Sudut pandang sungguh begitu luas. Wisatawan bisa melihat objek-objek mulai dari yang cukup dekat hingga jauh sekalipun, seperti Pulau Samosir, Pulau Sibandang,  dan Pulau Simamora. Desa Tipang, Bakkara, dan sebagian Kecamatan Muara, juga nampak jelas dari lokasi tersebut.

Namun sayang, keindahan alam yang begitu mumpuni ini sepertinya belum mampu mensugesti pihak pemerintah setempat untuk segera menatanya menjadi salah satu  destinasi objek wisata.

Pasalnya, akses menuju tempat itu terbilang cukup sulit. Saat ini hanya sebatas kendaraan roda dua saja yang bisa ditunggangi hingga ke lokasi. Bagi wisatawan pemilik kendaraan roda empat, setelah melewati jalanan berbatu, haruslah memarkirkan kendaraannya sekitar 500 meter sebelum lokasi.

Tak hanya itu, di lokasi wisata juga tak ada penataan tempat. Wisatawan terkadang harus menyusuri lokasi yang penuh semak belukar. Sehingga pasangan muda - mudi kerap menggunakannya  sebagai tempat berkencan.

Salah satu pengunjung, Rita Nainggolan (21) menilai, tempat wisata perbukitan itu tergolong sangat indah. Namun disayangkannya, pihak pemerintah sampai saat ini terkesan tidak memperhatikannya.

"Saya kemarin (Minggu) dari sana sama teman-teman. Sangat takjub ya dengan lanskap di sana. Tapi sayang, masih kurang tertata. Kita berharap pemerintah mau mengemasnya menjadi sebuah objek wisata yang lebih mantap", ujar warga Doloksanggul tersebut, Senin (24/6/2019).

Ditambahkannya, selain ingin menikmati wisata yang indah, tentu wisatawan juga menginginkan rasa nyaman. Sehingga diharapkannya, parkiran  kenderaan juga bisa ditata.

"Tempat itu sangat indah. Tak kalah dengan Sipinsur. Kita pinta pemerintah jangan melupakan  tempat itu", imbuh Rita.

Penulis: rachmat. Editor: gun.