HETANEWS

Pemerintah Kaji Skema KPR untuk Generasi Milenial, Subsidi Tergantung Umur

Pemerintah terus mematangkan skema KPR bagi milenial.

Jakarta, hetanews.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mematangkan skema KPR bagi generasi milenial. Langkah ini dinilai menjadi solusi bagi anak muda yang kesulitan untuk membeli rumah yang terus naik harganya.

Direktur Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Khawali Abdul Hamid mengatakan, saat ini ada 81 juta generasi milenial di Indonesia yang lahir pada 1980 hingga awal 2000-an. Oleh karena itu, generasi milenial menjadi pasar potensial perumahan.

"Pemerintah sedang mengupayakan penyediaan perumahan bagi seluruh masyarakat Indonesia, termasuk generasi milenial melalui Program Satu Juta Rumah," kata Khawali melalui keterangan tertulis, Senin (24/6/2019).

Dia mengungkapkan, skema KPR untuk milenial akan diarahkan ke rumah vertikal alias rusun atau rumah sederhana bersubsidi. Subsidi, kata dia, akan didasarkan pada kategori umur.

Khalawi menyebut, pemerintah akan membagi generasi milenial ke dalam tiga klaster. Pertama, milenial pemula (25-29 tahun) yang baru bekerja atau masih mencari pekerjaan dan belum menikah. Kedua, milenial berkembang (30-35 tahun) yang sudah berkeluarga.

"Klaster ketiga adalah milenial berusia di atas 35 tahun yang sudah memiliki pekerjaan tetap dan kemajuan finansial," ujar dia.

Untuk klaster pertama, kata Khalawi, disiapkan rumah sewa vertikal yang dekat dengan simpul transportasi. Klaster kedua berupa hunian tipe 36 dengan 2 kamar tidur. Sementara klaster ketiga nantinya diarahkan untuk membeli dan memilih rumah sendiri sesuai kebutuhan, selera, dan gaji.

Dalam program ini, pemerintah akan mengajak berbagai pihak seperti pemerintah daerah, BUMN, dan swasta. Untuk lahan bisa menggunakan tanah negara. Untuk pembiayaan bisa lewat skema KPBU dengan pendekatan pembangunan properti berbasis mixed-use yang dekat dengan stasiun dan terminal.

sumber: inews.id

Editor: sella.