HETANEWS

GMKI Gelar Diskusi Untuk Menambah Wawasan Kader

Diskusi di Student Centre (SC) GMKI Pematangsiantar-Simalungun, jalan Asahan, Komplek Griya, Kabupaten Simalungun, Sabtu (22/6/2019).

Simalungun, hetanews.com - GMKI Pematangsiantar-Simalungun menggelar diskusi terkait hubungan dari tindakan pihak pemilik modal terhadap penataan kota, dalam hal ini di fokuskan kepada kota Pematangsiantar. Kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan dan pengetahuan setiap kader GMKI.

Tema diskusi ini ialah “Relasi Tata Kota dengan Hegemoni Kapitalisme di Pematangsiantar”. Adapun yang menjadi pemantik diskusi adalah Kristian Silitonga, S.H sebagai pengamat politik di Kota Pematangsiantar dan Fernando Sihotang yang merupakan Dosen FISIP USU.

“Kapitalisme adalah sebuah sistem di mana sistem politik, sosial yang ditentukan oleh modal yang mendominasi semua kegiatan”, Ujar Kristian.

Kristian juga menambahkan definisi dari Hegemoni, di mana dia mengatakan Hegemoni adalah suatu kondisi yang memaksa. Kristian juga menjelaskan bagaimana tata ruangyang dipengaruhi oleh kapitalisme tersebut.

Fernando Sihotang selaku akademisi menjelaskan asal mulanya kapitalisme itu muncul. Dia juga mengatakan bahwa mekanisme kapitalisme ini menghegemoni politik.

Menurut dia, perlu adanya sebuah kebijakan dari pemerintah selaku penanggungjawab tata kota dalam melakukan pembangunan. Fernando juga menjelaskan tindakan hegemoni dari pihak kapitalisme hingga mengarah kepada pelanggaran HAM, karena berkaitan dengan kebebasan

Diskusi ini berlangsung sekitar 4 jam dengan dihadiri lebih kurang 30 orang di Student Centre (SC) GMKI Pematangsiantar-Simalungun yang terletak di jalan Asahan, Komplek Griya, Kabupaten Simalungun, Sabtu (22/6/2019).

Diskusi ini diakhiri dengan closing statement. Setiap kebijakan pemerintah tida terlepas dari pemilik modal karena pemerintah membutuhkan dana dari pembangunan yang dilakukan.

Akan tetapi pemerintah tidak boleh melupakan tujuan penataan kota tersebut bahwa untuk mensejahterakan masyarakat secara umum. Pemerintah juga harus mengutamakan sistem perekonomian yang berkeadilan yang tidak hanya berpihak kepada individu atau kelompok melainkan kebijakan berpihak pada masyarakat secara umum

May Luther Dewanto Sinaga mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan dan pengetahuan setiap kader GMKI. 

Agar terwujudnya kader GMKI yang memiliki profesionalitas, spiritualitas, dan integritas. Luther juga menambahkan bahwa diskusi ini bukanlah yang terakhir melainkan akan disusul oleh diskusi-diskusi berikutnya dengan tema yang berbeda. (rel)

 

Penulis: gee. Editor: edo.