HETANEWS

Menjaga Kebersihan untuk Kenyamanan Pengunjung Pasar Horas

Pembeli: Warga yang berbelanja di Pasar Horas Jaya, tepatnya di pintu masuk antara Gedung II dan Gedung III, terpaksa menginjak genangan air yang keluar dari parit yang tumpat, Sabtu 22 Juni 2019.(foto:hughes)

Siantar, hetanews.com - Salah satu parit pembungan air di Pasar Horas Jaya meluber pasca hujan. Akibatnya air keluar dari parit dan tumpah kepermukaan jalan. Penyebabnya diketahui akibat tumpukan sampah yang menyumbat selokan. 

Kejadian itu berlangsung Sabtu (22/6/2019) pagi, di salah satu parit yang terletak dipintu masuk antara Gedung II dan Gedung III Pasar Horas Jaya. Pagi itu, pedagang yang berjualan disekitar tempat itu kewalahan karena sampah berserak disekitar kios mereka.

"Pagi tadi sudah banyak sampah-sampah bertumpuk disini, keluar dari parit itu. Karena banyak sampah kami buka kios jam sebelas siang. Aturannya kami buka pagi," kata salah seorang ibu, pedagang ikan kering di Pasar Horas.

Pedagang lainya, Hadi, mengatakan parit itu meluber karena tersumbat oleh sampah. Kejadian seperti itu kerap terjadi apalagi ketika musim hujan.

"Kalau hujan memang sering kek gini. Paritnya itu pun sudah tumpat. Harapanya supaya ada pembenahan lah. Supaya pembeli gak takut kemari, nyaman. Bersih kan enak, ini kalau udah becek pembeli mana mau kemari," kata Hadi.

Sampah: Tumpukan sampah yang meluber dari parit bertumpuk didepan kios pedagang Pasar Horas. Ketika musim penghujan, parit acap kali meluap dan sampah beserta air tumpah ke jalan, Sabtu 22 Juni 2019 pagi. 

Melihat sampah sudah berserakan, pagi itu pedagang setempat menghubungi pengurus Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Perlindungan Persaudaraan Pedagang Pasar Bersatu (P4B) Pematangsiantar. 

Pedagang meminta supaya dilakukan penanganan terhadap sampah yang berserakan ditempat itu oleh petugas kebersihan. Informasi itu diteruskan DPD P4B ke Humas PDPHJ. Tidak lama setelah itu, petugas kebersihan melakukan mengangkut dan membersihakan tumpukan sampah. 

Parit pembuangan air di pintu masuk antara Gedung II dan Gedung III Pasar Horas Jaya tersebut berpotensi tumpat. Dilokasi ini tergolong rawan becek apalagi saat hujan turun.

Kabag Humas PDPHJ, J Naibaho mengatakan, malam tadi sekitar pukul 23.00 WIB, tim kebersihan telah turun kelokasi untuk melakukan pengerukan terhadap parit.

"khusus bagian ini sudah dilakukan pengerukan. Dan pihak PDPHJ serius akan terus membenahi pasar horas. Kita bersama dengan P4B yang langsung berkoordinasi dengan Humas PDPHJ tentang ini tadi pagi," katanya kepada Wartawan.

Parit: Salah satu parit yang rawan meluber dan banjir. Parit ini berlokasi diantara Gedung II dan Gedung III Pasar Horas Jaya. Kondisinya tumpat dan diperlukan pengerukan. 
 

Membangun Komitmen Bersama Untuk Menjaga Kebersihan Pasar Horas

Manajemen Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PDPHJ) berharap pedagang pasar horas bersama pengelola pasar, bahu membahu untuk membangun Pasar Horas. Sebagai contoh adalah berkomitmen untuk menjaga kebersihan. 

"Kami berharap pedagang juga serius membantu pihak pengelola untuk tidak sembarangan juga membuang sampah pada parit atau selokan. Mari bersama sama mengumpulkanya di tempat pembuangan sampah yang di sediakan," kata Kabag Humas.

Tantangan yang akan dihadapi untuk menjaga kebersihan Pasar Horas, diakui oleh Ketua DPD P4B, Nobel Marpaung. Ia mengatakan pedagang dan manajemen PDPHJ harus sinkron, dalam bekerjasama menjaga kebersihan pasar dan kenyaman pengunjung.

Sebagai organisasi pedagang tradisional, P4B kata Nobel pernah melakukan aksi bersih di Pasar Horas, bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup, Satpol PP dan Manajemen PDPHJ. 

Tergenang air: parit yang tumpat mengakibatkan air tumpah ke permukaan jalan. Parit ini berlokasi diantara Gedung II dan Gedung III Pasar Horas Jaya. Kondisinya tumpat dan diperlukan pengerukan, Sabtu 22 Juni 2019.
 

"Kita siap melalukan aksi bersih Pasar Horas. Kegiatan gotong royong membersihkan selokan dan parit juga pernah kita lakukan,. Meski hasilnya gak secepat mengembalikan telapak tangan. Tapi dampaknya kita rasakan bersama," Kata Nobel.

Ia menyerukan, untuk menjaga kenyamanan pengunjung di Pasar Horas, pedagang juga harus menjaga kebersihan, dengan tidak membuang sampah sembarangan. Pedagang, kata dia, harus sadar dan siap untuk ikut menjaga kebersihan.

"Harapannya ada kesadaran dari pedagang untuk tidak membuang sampah. Kita juga tidak bisa menitik beratkan persoalan ini kepada satu pihak. Intinya membangun komitmen bersama untuk menjaga kebersihan," jelasnya.

Penulis: gee. Editor: edo.