HETANEWS

Ada Pembalakan Liar di Hutan Ulu Darat Parsingguran, Polisi Diminta Bertindak

Tampak tumpukan pinus yang baru saja dijarah dari kawasan hutan lindung. (Foto/Rachmat Tinton)

Humbahas, hetanews.com - Hutan lindung di sepanjang Bukit Ulu Darat,  di Desa Parsingguran I , Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara, dijarah orang-orang yang tak bertanggungjawab .

Ratusan dan bahkan ribuan batang pohon pinus berusia lebih 30 tahun, dibabat habis guna dikomersilkan.

Hutan pinus itu, merupakan kawasan hutan lindung. Masyarakat adat menyebutkan kawasan hutan larangan.

Disebut hutan larangan, karena masyarat selama ini takut beraktivitas di sana. Selama ini, jika ada masyarakat yang nekad mengeksploitasi hutan, taruhannya adalah penjara.

"Sudah hampir seminggu ini perambahan kawasan hutan  milik masyarakat adat terus berjalan. Masyarakat tak kuasa menghalangi perambah," kata salah satu warga Desa Parsingguran I, Luhut Banjarnahor (39), kepada hetanews.com, Jumat (21/6/2019).

Luhut menjelaskan, pihaknya sangat emosional melihat pohon pinus, yang menjadi jantung hutan, dihancurkan oleh para perambah. Padahal, pohon pinus dan sejumlah jenis pohon lainnya di sana, selama ini berfungsi sebagai sumber kehidupan masyarakat.

Alat yang digunakan  mengangkut kayu hasil jarahan dari  dalam hutan. (Foto/Rachmat Tinton)

"Selama ini masyarakat adat mengkonsumsi air dari hutan tersebut. Air disambung dari pipa menuju rumah masyarat. Sekarang banyak pohon pinus yang malah ditebangi perambah," kata Luhut.

Masih menurut Luhut, pihaknya baru saja melihat  ratusan batang kayu yang dirambah. Kayu-kayu hasil jarahan liar tersebut tampak ditumpuk di pinggir jalan yang rencananya akan diangkut kenderaan kepada pengepul.

Penebangan pohon pinus telah mengancam kehidupan masyarakat setempat yang mengkonsumsi air dari sana. Sawah-sawah penduduk pun disinyalir bakal ikut terancam.

"Sampai kini para perambah masih menghancurkan kawasan hutan. Kayu-kayu hasil jarahan liar itu ditarik dari hutan lewat jalur atau jalan yang mereka buat sendiri," terang Luhut.

Luhut juga mengaku mengetahui siapa aktor yang melakukan pembalakan liar tersebut. Karena pelakunya masih warga desa Parsingguran I. "Pelakunya Poltak Pakpahan, “sebutnya.

"Kami berharap, pemerintah atau polisi segera menghentikan aksi pembalakan liar di kampung kami," sambungnya berharap.

Penulis: rachmat. Editor: gun.