HETANEWS

Proyek Pengerjaan Rp26 Milyar ‘Mangkrak’ di Kabupaten Samosir

Papan pagu proyek ketika dimulainya pengerjaan Pam Simas air di Desa Simanindo Sakkal.

Samosir, hetanews.com - Guna memenuhi kebutuhan air bersih sehari – hari, beberapa warga di  desa ini  harus menelan kekecewaan yang sangat mendalam.

Warga Desa Simanindo Sakkal ini, harus menunggu begitu lama merasakan air bersih di rumahnya.

Pasalnya, penyaluran air yang tadinya akan dialirkan ke rumah masyarakat , tapi realita di lapangan hingga Juni 2019 ini, tak setetes air  bisa mereka nikmati.

Kejadian ini, terpantauan hetanews.com dan mencoba menelusuri penyebab mangkraknya pengerjaan proyek Pam Simas Air  yang bersumber dari dana APBN senilai Rp 26 Milyar lebih.

Informasinya, proyek ini seharusnya sudah selesai dikerjakan pada akhir Desember 2018, namun yang ada hanya bangunan yang belum selesai pengerjaanya dan tak terawat oleh pihak Kontraktor.

Bangunan intek yang berada di pinggir Danau Toba yang ditelantarkan pihak perusahaan. 

Pantauan di lokasi bangunan,  didapati alat mesin di dalam ruangan gedung, maupun di luar gedung.

Begitu juga dengan pagar gedung yang belum dipasangi , atau diletakkan begitu saja. Dan juga pipa air yang belum seluruhya terpasang kedalam tanah.

Guna mengoptimalisasi pengerjaan proyek ini, awak media mencoba menghubungi Kabid Dinas Tarukim Samosir, Manutun Naibaho, namun dia lagi dinas luar ke Batam.

Karena sebelumnya, Dinas Tarukim tersebut merupakan sebagai koordinasi pengawasan di daerah pengerjaannya, di Desa Simanindo Sakkal, Samosir.

Binten Sidabalok, Plt Seketaris Desa Sakkal mengatakan, yang mereka pahami hanya pembebasan lahan yang dibayarkan ganti rugi oleh Pemkab Samosir.

Pagar pembangunan gedung intek yang terlantar dan diletakkan begitu saja. 

Sedangkan untuk maslah kegiatan fisik, kami tidak terkait. Kami kurang paham karena kepihak desa tidak sendiri, tidak ada diinformasikan untuk melakukan perawatan bagunan tersebut sampai saat ini, katanya.   

Berhentinya pengerjaan proyek ini sudah berlangsung selama enam bulan. Penyaluran air ini juga belum terealisasi hingga saat ini kerumah penduduk sepenuhnya. 

Penyaluran air bersih ini, informasinya akan disalurkan ke empat desa, antara lain, Simanindo Sakkal, Marlumb, dan Martoba.  Penyaluran air bersih ini juga akan disalurkan ke 1500 KK sampai kepada 2000 KK.

Dalam pengerjaan ini, pihak perusahaan tidak melibatkan desa maupun tenaga lokal,  semua pekerjanya dari luar Kabupaten Samosir didatangkan.

Untuk peneyelesain pekerjaan dilapangan, khusus untuk intek yang di pinggir danau dan reservoir, di perbukitan pengerjaannya sudah mencapai 90%, untuk pemasangan distribusi saluran kerumah sudah 100 titik fasilitas umum dikerjakan.

Koordinasi dari Dinas Tarukim ke desa hanya sebatas mau survey untuk pemasangan pipa distribusi ke rumah warga.   

Penulis: stm. Editor: gun.