HETANEWS

Saksi Tak Tahu Jika Oknum Kades Bahapal Raya Curi Kayu dari Hutan

Terdakwa keluar dari ruang sidang, digiring petugas. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Oknum Kades Bahapal Raya, Jan Nofri Walmer Saragih (43), didakwa sebagai pencuri kayu dari kawasan hutan Gunung Simbolon, Dusun Limag Raya Humala, Desa Bahapal.

Sidang lanjutan yang digelar di Pengadilan Negeri Simalungun, Kamis (20/6/2019), mendengar keterangan saksi.       

Saksi Jaimbang Purba, selaku supir truk menerangkan, benar saksi ada tiga kali memuat kayu olahan, berupa broti dari lokasi hutan ke halaman gereja GKPS, di Desa Limag Raya.

"Saya hanya seorang supir truk colt diesel BK 8044 WA milik Manatar, pak hakim, dan tidak tahu jika kayu itu dicuri,"kata saksi.           

Selanjutnya, jaksa Indri SH, menghadirkan saksi Anton Sinaga ke sidang itu, guna didengar keterangannya. Saksi mengaku sebagai ketua pembangunan gereja GKPS Limag Raya. Sekitar Desember 2018, ia memohon melalui surat kepada terdakwa untuk disiapkan kayu broti sebanyak 13 m3 dengan harga disepakati 3,5 juta per m3.         

Setelah terdakwa menyanggupi, lalu saksi menyerahkan uang Rp 25 juta ke terdakwa, berikut ukuran kayu yang dibuat oleh tukang.

"Saya tidak mengetahui kalau kayu tersebut diambil terdakwa dari kawasan hutan,"sebut saksi Sinaga.

Sebagaimana dakwaan jaksa, terdakwa dengan memberi upah Rp.1,5 juta memerintahkan Risdo Damanik (DPO) untuk melakukan penebangan sejumlah pohon di hutan Simbolon dan menjadi kayu olahan.         

Lalu kayu olahan tersebut, diangkut Jaimbang Purba dengan truck colt diesel BK 8044 WA atas perintah terdakwa. Sebanyak 45 batang kayu olahan hanya dilengkapi surat jalan yang dibuat terdakwa sebagai Kepala Desa, Selasa, 22 Januari 2019.        

Ketika hendak mengantar kayu ke gereja,  di tengah perjalanan, tepatnya di Jalan Sutomo, Kelurahan Sondi Raya, truk yang dikemudikan Jaimbang Purba dihentikan petugas kehutanan. Tapi Supir truk tidak dapat menunjukkan dokumen kayu ataupun Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan (SKSHH).        

Supir truk mengaku  hanya disuruh terdakwa dengan menunjukkan bukti surat jalan saja yang dibuat terdakwa. Karena tak punya SKSHH, petugas Kehutanan pun memproses secara hukum.      

Jaksa menjerat oknum Kades tersebut dengan pasal 19 huruf a jo pasal 19 (1) huruf a, pasal 12 (c,d,e) Jo pasal 83 (1) huruf a Jo UU RI No.18/2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan Jo pasal 55 (1) ke-1 KUH Pidana.      

Majelis hakim, pimpinan A Hadi Nasution SH MH, dibantu panitera, Marthin O Sitorus SH MH, menutup sidang dan membuka sidang kembali pada Kamis depan untuk keterangan saksi lainnya.

Penulis: ay. Editor: gun.
Komentar 1
  • Artofi
    Permainannya semua ini kawan, kasus dah lama trus digantung. Dan sekarang Pilkada tidak jadi karena permainan yang diatas.