HETANEWS

Beri Keterangan Berbelit, Oknum Polri Pemilik Sabu Diancam 10 Tahun

Terdakwa Syamsul Purba (baju putih) berjalan meninggalkan ruang sidang. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Syamsul Purba (46), oknum Polri, pemilik sabu seberat 6,08 gram (bruto), dituntut 10 tahun penjara denda Rp 1 Milyar, subsider 3 bulan penjara, dikurangi masa tahanan sementara yang telah dijalani.

Ancaman hukuman itu, dibacakan jaksa penuntut umum, Ade Jaya Ismanto SH, di PN Simalungun, Kamis (20/6/2019).          

Jaksa mempersalahkan terdakwa Syamsul, dengan pasal 114 (2). Dalam surat tuntutan jaksa, menyebutkan, berdasarkan keterangan saksi dan juga terdakwa Syamsul, ditangkap di rumahnya, di Huta IV Marihat Bandar, Kecamatan Bandar Simalungun, pada Sabtu, 17 Nopember 2018, lalu, pukul 10.00 WIB.

Barang bukti disita, yaitu 1 plastik besar sabu seberat 6,08 gram,  6 plastik klip kecil dan 5 plastik klip lainnya seberat 1,18 gram.        

Sabu sebanyak itu dibeli dari Indra (DPO), warga Medan seharga Rp.6 juta. Pembayaran dilakukan melalui transfer BRI, dan sabu diambil Syamsul, di jalan Bilal Medan. Usai menerima sabu, terdakwa langsung pulang ke rumahnya.         

Barang haram itu dibagi dalam 2 tempat, sebahagian didalam dompet dan sisanya didalam kaleng permen mintz.

Sebelumnya, terdakwa Syamsul sempat memberikan keterangan berbelit-belit, sehingga mempersulit jalannya persidangan.                              

Hal ini menjadi pertimbangan jaksa dan salah satu unsur yang memberatkan bagi terdakwa. Atas tuntutan tersebut, terdakwa akan mengajukan nota pembelaan (pledoi) secara tertulis yang minta tidak didampingi pengacara.          

Untuk memberi kesempatan terdakwa mengajukan pledoi, majelis hakim yang diketuai, A Hadi Nasution SH MH, didampingi dua hakim anggota, Nasfi Firdaus SH dan Mince Ginting SH, menunda persidangan selama satu Minggu.

Penulis: ay. Editor: gun.