HETANEWS

Tim Medis Puskesmas Sitio - tio ‘Permainkan’ Nyawa Manusia

Para perawat medis yang stand by di RSU Hadrianus Sinaga kota Pangururan. (foto/stm)

Samosir, hetanews.com - Dokter jaga IGD RS Hadrianus Sinaga, menyampaikan kurangnya pelayanan perawat Puskesmas Sitio-tio atas pasien yang dirujuknya.

Hal itu disampaikan Dr. Pasu Theresia Tarigan, ketika dikonfirmasi awak media, terkait pasien yang dirujuk dari Puskesmas Sitio-tio ke RS. Hadrianus Sinaga, Pangururan dan langsung ditinggalkan perawat Puskesmas Sitio-tio, pada Rabu (19/6/2019), lalu.

"Pasien yang mereka rujuk kesini harusnya dipastikan sudah tertangani dengan baik dan diserah terimakan dengan baik, baru meninggalkan pasien yang dibawanya, " ujar Dr Pasu.

Kejadian ini, bermula ketika Risda Simbolon, ibu empat anak, warga Desa Cinta Maju, Kecamatan Sitio-tio, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, dirujuk ke ruang ICU RSUD Hadrianus Pangururan, Rabu (19/6/2019), lalu.

Dia berharap cepat ditangani dokter, karena sudah lelah akibat kurang darah, namun langsung ditinggalkan perawat yang membawanya dari Puskesmas Sitio-tio.

"Dang tahan be ahu (enggak tahan aku),"ujarnya dengan Bahasa Batak Toba.

Risda mengatakan, sudah empat hari jatuh sakit. Lalu berobat ke Puskesmas Sitio-tio Samosir, hingga akhirnya dirujuk ke RSUD Hadrianus, karena tidak kuat menahan rasa sakit.

Risda mengaku mengalami vertigo dan lemah akibat sakit dan kekurangan darah yang dideritanya.

Tampak anak laki-lakinya tidak bisa berbuat apa, selain hanya mengusuk kepala ibunya yang mulai ditumbuhi uban itu.

Sedangkan ayahnya sibuk mencari air hangat dan makan siang untuk minuman istrinya, karena terus merintih hingga membuat anaknya kebingungan.

Risda mengaku telah menjalani pemeriksaan dari petugas medis di rumah sakit pemerintah itu, pada pukul 11.00 WIB. Namun, mereka tidak tahu harus kemana selanjutnya, apalagi tidak ada bimbingan dari perawat yang mendampinginya dari Puskesmas Sitio-tio, karena langsung pulang.

Usai pemeriksaan, mereka dianjurkan menemui dokter neuro berkaitan dengan penyakit yang dideritanya.

Karena tidak ada petugas perawat yang mendampinginya dari Puskesmas Sitio-tio untuk mendaftar ke Poliklinik RS.Hadrianus Sinaga, sampai akhir jam pendaftaran, sehingga pasien tidak bisa ditangani dokter spesialis neurologi.

Sementara itu, staf medis IGD RS. Hadrianus Sinaga juga menyesalkan sikap perawat Puskesmas Sitio-tio yang bekerja tidak sesuai tupoksinya.

"Kalau kami mendampingi pasien yang dirujuk, misalnya ke Medan, kami hanya bisa pamit meninggalkan pasien tersebut, bila rumah sakit yang dituju mengijinkan kami dan proses serah terima pasien telah dilakukan.

Seharusnya perawat Puskesmas itu, tidak langsung pulang dan membantu mendampingi mendaftarkan pasien ke poliklinik bagian neurologi, “ujar perawat tersebut.

Penulis: stm. Editor: gun.