HETANEWS

Remaja Asal Siantar Hidupi Kedua Orang Tuanya Lewat Upah Bekerja dari Kolam Pancing

Siddik Saut Sutrisno Siburian (16) (baju ungu) dan kedua orang tuanya, Paino Siburian (63) dan ibunya, Tiarida br Panjaitan (60) saat dikunjungi di rumahnya, Kamis (20/6/2019). (foto/hza)

Siantar, hetanews.com - Seorang remaja yang masih di bawah umur di Kota Siantar ini, merelakan waktunya yang harusnya masih masa bermain.

Namanya Siddik Saut Sutrisno Siburian (16), yang bekerja menghidupi ayah dan ibunya, sebagi tukang tangguk ikan, di kolam pancing belakang rumahnya, di Jalan Pendeta J Wismar Saragih, Kecamatan Siantar Martoba, untuk membantu kedua orang tuanya.

Hal itu dilakukannya sejak masih duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) Klas 1 di MTSN Madani, Jalan Rakutta Sembiring, Kota Siantar, pasca orang tuanya, Paino Siburian (63) dan ibunya, Tiarida br Panjain (60), jatuh sakit.

Penyakit struk yang diderita Paino, selama tiga tahun ini, mengharusnya berdiam di rumah. Begitu juga dengan ibunya yang juga memiliki penyakit yang membuatnya tidak bisa bekerja.

Siddik Saut Sutrisno Siburian (16) dan ayahnya, Paino Siburian (63) saat dikunjungi di rumahnya, Kamis (20/6/2019). (foto/hza)

"Bekerja di kolam pancing, karena faktor ekonomi. Orang tua sakit-sakitan. Yah.., ingin membantu orang tua lah bang," ujar Siddik saat ditemui di rumahnya yang dalam kondisi memperihatinkan, Kamis (20/6/2019), pukul 13.00 WIB.

Dikatakan Tiarida br Panjain, ibu Siddik, untuk membeli gula, mereka tidak punya uang dan mengharuskan menjual telur ayam yang sejak lama mereka pelihara, pemberian dari saudaranya.

"Mau belik gula tidak ada uang. Itupun harus menjual telur ayam kampung dulu. Kalau Siddik sejak kelas 1 SMP sudah membantu," ujar perempuan ini.

Sementara itu, untuk membiayai ibu dan ayahnya, Siddik mendapat upah dari pekerjaan sebagai tukang tangguk, di kolam pancing dengan upah per harinya sebesar Rp 30 ribu.

"Kalau gaji dibayar per hari. Kalau kerja seminggu empat kali, upah bekerja langsung dikasi sama mamak untuk belik makanan," ujar remaja ini yang ingin masuk sekolah SMAN 5, di Jalan Medan.

Sebelum jatuh sakit, Paino dahulunya bekerja sebagai sales makanan. Disinggung terkait Siddik yang telah bekerja di usia 16 tahun? Paino mengaku merasa kasihan, namum bagai mana lagi dengan kondisinya saat ini.

"Kasihan juga, tapi maupa lagi. Itu lah kita pala-palahin," pungkasnya.

Penulis: hza. Editor: gun.