HETANEWS

Parah, Perda Parkir Tak Berlaku di RS Kumpulan Pane dan PJKA

Karcis parkir di PJKA. (Foto/WH)

Tebingtinggi, hetanews.com - Meski Peraturan Daerah (Perda) terbaru khusus parkir telah dijalankan, melalui keputusan bersama, ditandatangani Wali Kota dengan persetujuan wakil rakyat,  ternyata ada 2 instansi berbeda, tidak mau tahu. Bahkan, tampaknya membangkang.

Parahnya lagi, Perda parkir itu "ditentang " dengan membuat kebijakan kantor itu sendiri, tanpa patuh atas keputusan yang telah dituangkan, dengan menaikkan uang kutipan parkir.

Di RS Kumpulan Pane Kota Tebingtinggi, dengan alasan BLUD, biaya sekali parkir sepeda motor Rp 2000. Hal ini juga terjadi di Stasiun Kereta Api, di jalan T Imam Bonjol. Di Perda yang sudah diputuskan, tarif parkir sepeda motor hanya Rp 1000 sekali parkir.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Tebingtinggi, H Syafrin Harahap SH, kepada wartawan, kemarin, membenarkan kejadian itu, sehingga mengganggu pendapatan asli daerah dari parkir.

Alasannya katanya, ada BLUD di Rumah Sakit itu. Tapi, saat diinfokan kalau Rumah Sakit sudah dalam naungan Dinas Kesehatan, Safrin mengaku akan mengeceknya.

Parkir di RS Kumpulan Pane Tebingtinggi. (Foto/WH)

Sekedar diketahui, Pemerintah Kota Tebingtinggi menaikkan tarif parkir. Dimana kenaikan tarif parkir ini, berdasarkan Perda Nomor 1 tahun 2018 tentang perubahan atas Perda Nomor 6 tahun 2011.

Perda ini mengatur tentang retribusi daerah, retribusi pelayanan parkir  tepi jalan umum. Kenaikan tarif parkir sebenarnya mulai diberlakukan sejak awal Agustus 2018, lalu.

Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan, melalui Kabag Humas PP Pemko, Abdul Halim Purba kepada wartawan, waktu itu kenaikan tarif parkir sudah disepakati DPRD Kota Tebingtinggi.

Menurut Umar, kenaikan tarif parkir untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Tebingtinggi.

Perincian kenaikan tarif parkir ini, yaitu untuk kendaraan bermotor roda dua dikenakan biaya Rp1.000/sekali parkir yang sebelumnya Rp 500. Untuk kendaraan roda empat Rp2.000/sekali parkir dari sebelumnya Rp1.000. Dan kendaraan bermotor roda enam ke atas Rp6.500/sekali parkir dari sebelumnya Rp5.000.

Sedangkan retribusi pelayanan parkir tepi jalan umum khusus jalan tertentu (Jalan Sudirman, Jalan Ahmad Yani, Jalan KF Tandean dan Jalan Suprapto), kendaraan bermotor roda dua Rp1.000/sekali parkir, roda empat Rp3.000/sekali parkir, dan sedangkan kendaraaan bermotor roda enam ke atas dikenakan tarif parkir sebesar Rp10.000/sekali parkir.

Penulis: wh. Editor: gun.
Komentar 2
  • Hijrah Batin
    setau saya kalau ditemppat-tempat tertentu ada ketentuan masing-masing. harga dari pemda biasanya itu berlaku untuk area-area tertentu seperti halnya di pingir jalan beda seperti di terminal, Stasiun, Bandara dan tempat hiburan yang ada didalam tentu memiliki harga yang berbeda.
  • Jarwo Utomo
    Setiao tempay khususnya parkir yang dikelola perusahaan swasta dan parkir umum itu berbeda. Oarkir umum mengacu aturan pemda. Sementara parkir di area2 khusus yang dikelola oleh perusahaan itu menyesuaikan. Coba cek parkir mall, perkantoran area, stasiun dan bandara. Tentu hal itu karena ada perusahaan profesional yang mengelola prkir.