HETANEWS

Diversi Gagal, Anak Tersangka Penista Agama di Tanjungbalai Lanjut Meja Hijau

Suasana upaya diversi yang gagal melahirkan kesepakatan. (Foto/Ferry)

Tanjungbalai, hetanews.com - Polres Tanjungbalai menyerahkan berkas dan tersangka (tahap II) kasus penistaan agama ke Kejaksaan Negeri Tanjungbalai Asahan, Rabu (18/6/2019).

JS (18) warga Jalan FL Tobing Gang Mahoni, Lingkungan V, Kelurahan Sirantau, Kecamatan Datukbandar, Kota Tanjungbalai di amankan oleh Petugas Polres Tanjung Balai berdasarkan LP/312/X/2018/SU/RES T. BALAI tanggal 26 Oktober 2018 , karena diduga menistakan agama Islam dan ujaran kebencian di akun Facebook  miliknya  pada Jumat (26/10/2018).

Pemuda ini dipersangkakan menurut Pasal 45a UU No 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU No 8 tahun 2011 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik subsidair Pasal 156a huruf a dari KUHP jo UU nomor 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

Kepala Kejaksaan Negeri Tanjungbalai Asahan Zullikar Tanjung yang di konfirmasi melalui AB Silitonga selaku Kasi Intel Kejaksaan membenarkan pelimpahan tersebut.

"Benar kami sudah terima tahap II  kemarin dan berdasarkan UU No 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak dimana adik kita JS masih dibawah umur maka tim Penuntut Umum melaksanakan diversi ", ucap Silitonga.

Diversi merupakan pengalihan penyelesaian perkara anak di luar peradilan. Ketentuan ini diatur dalam UU Nomor 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

Hadir dalam upaya Diversi tersebut, orangtua JS, KPAI Tanjungbalai, Bapas Tanjungbalai, FKUB Kota Tanjungbalai, MUI Kota Tanjungbalai, Pelapor Indra BMT, Jaksa yang menangani perkara dan pengurus yayasan tempat JS dititipkan.

Kendato demikian, Silitonga mengatakan adapun hasil dari diversi tidak menemukan kata sepakat dikarenakan pelapor menolak dan meminta proses hukum dilanjutkan.

Untuk tahap selanjutnya, tim jaksa anak berdasarkan hukum acara yang diatur dalam undang-undang akan melimpahkan berkas perkara anak berhadapan dengan hukum JS  ke PN Tanjungbalai.

Kasi Intel Kejaksaan berharap kepada masyarakat untuk menyerahkan seluruh proses hukum terhadap JS  kepada penegak hukum.

"Untuk sementara sampai menunggu proses pelimpahan dari penuntut umum ke pengadilan, JS dititipkan di yayasan penitipan sebelumnya (Yayasan Indonesia Berkarya) di Medan menunggu proses di pengadilan," imbuh Silitonga.

Penulis: ferry. Editor: bt.