HETANEWS

213 Kilogram MP OPTK dan HPHK Dimusnahkan Karantina Pertanian Kelas I Tanjungbalai Asahan

Kepala Kantor Pertanian Kelas I Tanjungbalai Asahan, Bukhari bersama instansi terkait lainnya melakukan pemusnahan daging dan buah-buahan. (foto/ferry)

Tanjungbalai, hetanews.com - Sebanyak 213 kilogram buah-buahan dan daging, dimusnahkan oleh Kantor Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Tanjungbalai - Asahan, Rabu (19/6/2019).

Acara pemusnahan ini, dilakukan  di hadapan instansi terkait, seperti Kepolisian,  TNI, Dinas Pertanian, Bea dan Cukai,  Imigrasi,  KSOP dan Pelindo.

Kepala Kantor Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Tanjungbalai – Asahan, Drh Bukhari, didampingi Syahrul, Kepala Subsei Pelayanan Operasional mengatakan, pemusnahan media pembawa  yang dimusnahkan ini, berasal dari penumpang di  Terminal Ferry Internasional Teluk Nibung,  Tanjungbalai, periode 17 November 2018 hingga 18 Juni 2019.

Bukhari menambahkan, bahwa media pembawa yang dimusahkan sebanyak 213, 2 kilogram yang terdiri dari media pembawa Organisme Penggangu Tumbuhan Karantina (OPTK)  dan  Hama Penyakit Hewan Karantina ( HPHK),  diantaranya daging sapi olahan,  daging ayam olahan,  bakso sapi, daging burger,  siomay,  nugget, telur ayam,  biji pinang,  biji kedelai,  seledri, jamur,  dan buah-buahan.

Daging dan buah-buahan yang dimusnahkan.  (foto/ferry)

Tindakan pemusnahan ini dilakukan, karena pemasukannya tidak dilengkapi dengan sertifikat kesehatan dari negara asal dan tidak dilaporkan kepada petugas karantina pertanian di tempat pemasukan.

Selain itu tidak memenuhi peraturan Menteri Pertanian nomor 42 dan 43  tahun 2012  tentang tempat pemasukan bawang merah dan buah buahan yang ditetapkan menteri pertanian.

Untuk tempat pemasukan barang ini yang ditetapkan adalah di Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya, Pelabuhan Belawan, Sumut,  Bandara Soekarno Hatta Jakarta dan Pelabuhan Laut di  Makassar.

Pemasukan buah - buahan dimaksud tidak memenuhi ketentuan pemerintah ketentuan permintaan nomor lima tahun dua ribu tujuh belas tentang pangan segar asal tumbuhan, karena tidak dilengkapi dengan sertifikat hasil uji keamanan pangan dan sertifikat keterangan asal yang tepat dan  pemusnahan dilakukan cara dibakar didalam tong besi, selanjutnya akan dimasukkan ke dalam tanah dan ditimbun, ucap Bukhari.

Penulis: ferry. Editor: gun.