HETANEWS

Eks Mobil Dinas Ketua DPRD Siantar Disoal, Eliakim: Silahkan Ambil Sekarang

Mantan Ketua DPRD Pematangsiantar, Eliakim Simanjuntak. (foto/gee)

Siantar, hetanews.com-Seksi Monitoring dan Evaluasi DPPKAD, Anne Damanik, meminta Anggota DPRD Pematangsiantar, Eliakim Simanjuntak, segera mengembalikan satu unit mobil dinas.

Eliakim membantah disebut-sebut menahan mobil tersebut dan  menyarankan agar mobil dinas itu segera ditarik oleh DPPKAD sekarang juga.

Mobil dinas yang merupakan aset Pemko Siantar itu, merek Nissan Terano nomor plat BK 9 W. Mobil itu dipakai Eliakim, sewaktu menjabat sebagai Ketua DPRD Pematangsiantar.

Anne Damanik mengatakan, pada tahun 2018 silam, aset bergerak itu diusulkan dihapus oleh DPRD Pematangsiantar, karena kondisinya rusak.

Selanjutnya pihaknya mengusulkan pelelangan umum. Namun saat itu, kata Anne menceritakan, Eliakim menginginkan supaya mobil itu dia yang ambil.

"Dia bilang, aku pun yang ambil mobil itu. Biarlah barang itu disitu. Kata dia, saya oke kan. Ketepatan gak ada yang minat. Jadi pas pelelangan dia tidak menyetorkan uangnya ke kas daerah," katanya, Selasa (18/6/2019) saat ditemui di kantornya.

Dijelaskannya, KPKNL (Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang) menetapkan harga limit mobil tersebut Rp.52 Juta. Pelelangan umum untuk mobil itu digelar, pada 19 Desember 2018. Hingga saat ini, kata Anne, Eliakim tidak menyetorkan uang pembelian mobil itu.

"Sampai sekarang belum dikembalikan, jadi kita terkendala melelang. Jadi kita tak bisa melakukan lelang tahap kedua karena mobil tersebut tertahan di bengkel," katanya.

Ia juga mengatakan pihaknya juga telah menyurati DPRD Pematangsiantar terkait pengembalian mobil tersebut. Surat itu sudah dilayangkan sebanyak dua kali.

Diketahui saat ini mobil tersebut berada di sebuah bengkel di Kota Pematangsiantar. Kata Anne, ketika pihaknya ingin menarik mobil itu dari bengkel, pemilik bengkel itu tidak memberi izin.

"Minggu kedua Januari 2019 kemarin sampai kami datangi bengkel itu. Jadi kami berperang lah sama tukang bengkel itu. Katanya harus ada Pak Eliakim dulu. Aku mencari pak Eliakim susahnya minta ampun," pungkasnya.

Eliakim Simanjuntak yang dihubungi terkait hal itu, membantah jika dirinya disebut berupaya menahan mobil itu.

"Kalau mau ditarik, ditarik saja langsung. Gak apa-apa. Bukanya mau menahan mau mobil itu. Kalau mau diambil orang itu ke bengkel, ya dibilang orang itulah samaku," katanya dihubungi Rabu (19/6/2019) Siang.

Dijelaskan Eliakim, sebelumnya dirinya berniat membeli mobil tersebut. Namun belakangan diketahui, ternyata BPKB mobil itu hilang. Ia pun berpikir dua kali untuk membeli mobil tersebut.

"Mobil itu kemarin diperbaiki di bengkel. Setelah dilelang, rupanya BPKB nya tidak ada. Dicari-cari, katanya sudah hilang. Jadi siapa yang mau beli mobil harga segitu tapi BPKB nya gak ada," ungkapnya.

Eliakim menegaskan, jika DPPKAD khususnya Seksi Monitoring dan Evaluasi ingin menarik mobil itu, dirinya mempersilahkan. Karena dirinya tak ingin dinilai buruk oleh publik.

"Sekarang pun mau diambil mobil itu, silahkan. Makanya permisi samaku, gak ada urusannya orang itu sama bengkel itu. Apa berani rupanya tukang bengkel mengasih itu (mobil). Kan karna kan aku yang buat disitu," ucapnya.

Eliakim kesal disebut sebut tidak koperatif dalam pengembalian mobil itu. Apalagi, kata dia, dirinya sendiri yang memberitahu kepada pihak DPPKAD bahwa mobil tersebut berada di bengkel.

"Pak Adiaksa (Kadis DPPKAD) pun tau kalau mobil itu di bengkel. Iya biar aja dulu disitu, katanya. Dan aku juga yang ngasih tau sama orang aset dimana tempat bengkel itu. Jadi sekarang bilang supaya diambil, jangan staffnya itu yang ngomong," pungkasnya.

Penulis: gee. Editor: gun.