HETANEWS

Jadi Tersangka, Suami Istri yang Pertontonkan Seks ke Anak-Anak Ditahan

Pasangan suami istri yang mempertontokan seks ke anak-anak ditahan di Mapolres Tasikmalaya Kota, Jawa Barat.

Tasikmalaya, hetanews.com - Pasangan suami istri yang mempertontonkan akis hubungan intim mereka ke sejumlah anak-anak di Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat ditetapkan tersangka. 

Keduanya langsung jebloskan ke tahanan Mapolres Kota Tasikmalaya, Selasa (18/6/2019). Kedua tersangka yakni, Engkus (25) dan Lia (24) sebelumnya kabur selama beberapa hari sebelum akhirnya ditangkap polisi. Saat akan dimasukan ke dalam sel, tersangka Lia berteriak histeris. Kedua tersangka bahkan pingsan dan harus dipapah keduanya menuju sel.

Kasatreskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Dadang Sudiantoro mengatakan, kedua tersangka dijerat Pasal 36 Undang-Undang No 4 Tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman 10 tahun penjara. “Kedua pelaku suami istri ini sudah kami amankan dan dilakukan penahanan. Statsunya sudah tersangka,” katanya.

Terkait motif kedua tersangka, Dadang mengaku hingga kini masih didalami penyidik untuk mengungkap motif utama kedua tersangka melakukan perbuatan tidak senonohnya itu. “Masih kami dalami,” ucapnya.

Dia menuturkan, dari hasil pemeriksaan sementara kasus pornografi yang dilakukan pasangan suami istri modusnya mengajak anak di bawah umur untuk menonton hubungan suami istri dengan cara membayar dan memberikan uang rokok.

Mereka sengaja mengajak sejumlah anak-anak di kampung mereka untuk menonton aksi bejatnya saat berhubungan badan di kamar tidur rumahnya.

“Untuk bisa menonton, sejumlah anak ini harus membayar uang sebesar Rp5.000, dan bahkan ada di antara mereka yang membayar dengan rokok dan kopi untuk menyaksikan adegan hubungan suami istri itu dari kaca jendela kamar tidur mereka,” katanya.

Sebelumnya, warga Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat (Jabar), digemparkan dengan ulah pasangan suami istri (pasutri) di daerah itu yang diduga mempertontonkan hubungan seks kepada sejumlah anak-anak. Bahkan, para pelajar SD yang akan menonton dipungut biaya Rp5.000 untuk sekali menonton adegan seks mereka.

Aksi bejat mereka ini terungkap setelah beberapa anak bercerita kepada orang tua mereka. Para orang tua yang syok kemudian melaporkan kejadian itu kepada tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.

Anak-anak yang menjadi korban juga melapor kepada seorang guru mengaji di daerah itu, bernama Miftah Farid. Khawatir dengan tindakan bejat dan menyimpang pasangan suami istri itu akan terus terjadi, Miftah Farid, akhirnya melaporkan kejadian itu ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya, Selasa siang (18/6/2019).

sumber: inews.com

Editor: sella.