HETANEWS

Cerita Ayah Korban Penyiraman Air Keras, Pelaku Suka Marah dan Ancam Bunuh Istri

Petugas Polsek Tirto, Kabupaten Pekalongan menunjukkan barang bukti baju korban yang robek akibat disiram air keras oleh pelaku.

Pekalongan, hetanews.com - Suhaimi, ayah dan juga suami korban penyiraman air keras menduga pelaku berinisial R yang merupakan menantu atau suami dari anaknya menyimpan dendam lantaran digugat cerai. 

Menurut dia, sudah lama anaknya ada masalah keluarga dengan pelaku dan saat ini sedang proses cerai. Beberapa kali menantu yang sudah tinggal serumah dengan anaknya itu sering datang dan terlihat marah-marah, bahkan sempat mengancam akan membunuh juga melukai korban.

“Saya tahu peristiwa ini dari tetangga. Pas pulang ke rumah, lha kok ada ramai-ramai. Ternyata istri dan anak saya disiram air keras,” katanya ditemui di rumahnya Desa Silirejo RT3/RW1, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, Selasa (18/6/2019).

Dia menuturkan, anaknya meminta cerai namun pelaku tidak terima. Pelaku selama ini kerap menghabiskan uang anaknya. Pelaku juga sudah memiliki niat melukai istri dan mengancam akan membunuhnya. “Ternyata niatnya itu dilakukan. Mungkin karena sakit hati, pelaku tega menyiramkan air keras ke istri dan ibu mertuanya,” katanya.

Dua orang yang terdiri atas ibu dan anak di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah luka parah akibat disiram cairan kimia diduga air keras, Selasa (18/6/2019). 

Kedua korban yakni, Khoyimah (40) dan Ika Puji Rahayu (23) warga Desa Silirejo RT3/RW1, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan. Kondisi korban sangat memprihatinkan dengan luka di bagian wajah, tangan kaki, dan badan. Baju yang dipakai korban juga langsung hancur terkena cairan kimia air keras itu.

Korban saat ini masih dirawat intensif di RSUD Kraton Pekalongan. Sedangkan pelaku yang sudah diketahui identitasnya masih dalam pengejaran polisi. Dugaan sementara, kasus tersebut berlatar belakang dendam karena pelaku tidak terima diceraikan salah satu korban.

sumber: inews.id

Editor: sella.