HETANEWS

Terungkap Motif Pasutri Nekat Habisi Santi Devi Malau (Pegawai Bank Mandiri Syariah)

Suami istri pembunuh karyawari Bank Mandiri Syariah Santi Devi Malau, berinisial DP dan NN (duduk). (foto/Polres Tapteng)

Tapanuli Tengah, hetanews.com - Pasangan suami istri (Pasutri), berinisial DP dan NN diamankan petugas Polres Tapanuli Tengah (Tapteng), pada Selasa (18/6/2019).

Pasalnya suami istri tersebut diduga melakukan aksi pembunuhan karyawati Bank Syariah Mandiri yang bernama Santi Devi Malau (25).

Pembuhan terhadap Santi dilakukan oleh kedua pelaku di dalam kamar kosnya di Simpang Aek Tolang, Kecamatan Pandan, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, pada Jumat (14/6/2019) sekitar pukul 10.13 WIB lalu.

Informasi yang dihimpun, penemuan korban berawal dari kecurigaan rekan kerja korban, pada Jumat sekitar pukul 08.15 WIB. Saat itu korban Santi Devi Malau yang bekerja di Bank Mandiri Syariah tidak kunjung datang ke kantor.

Mereka pun mencoba menghubungi via telepon seluler, namun HP korban sudah dalam kondisi tidak aktif.

Terpisah, Kepala Cabang (Kacab) PT. Bank Syariah Mandiri atas nama Zainal Pulungan lalu menyuruh Satpam bernama Nanda Wahyudi untuk mengecek ke tempat kos korban.

Karena tidak biasanya korban terlambat. Sebab selama ini selalu hadir ke kantor tepat waktu. Petugas keamaan bank lalu mengecek ke tempat kosnya. Saat di cek, ternyata pintu korban terkunci dan dipanggil tidak dibuka-buka.

Nanda, seorang petugas keamanan kemudian melaporkan keadaan itu ke pimpinan dan selanjutnya menyuruh karyawan lain menghubungi orang tuanya di Kecamatan Sibabangun.

Ternyata orangtua korban mengutarakan bahwa korban tidak pulang ke Sibabangun.

Kacab BSM selanjutnya menghubungi pemilik kos Noni Simatupang dan meminta tolong menyuruh anggotanya untuk membuka paksa pintu kamar kos korban.

"Setiba di depan kamar kos korban, kami pun menggedor-gedor pintu kamarnya, tapi nggak dibuka-buka," kata salah satu rekan korban yang tak mau menyebut namanya. "Dia pun nggak menyahut dari dalam kamar. Padahal sudah berulangkali dipanggil," sambungnya.

Baca juga: Pembunuh Karyawati Bank di Tapteng Ditangkap di Medan

Melihat kondisi itu, rekan kerja korban yang tiba dilokasi dan didampingi beberapa warga memilih mendobrak pintu kamar kos korban.

Setelah pintu kamar terbuka, betapa terkejutnya mereka saat melihat kondisi tubuh korban yang sudah terbujur kaku di dalam kamar kos. "Kami melihat korban di lantai kamar kos, dekat kamar mandi," jelasnya.

Usai melakukan aksi tersebut, kedua pelaku pun melarikan diri di Kota Medan. Pelarian keduanya berhasil diketahui petugas Polres Tapteng tim gabungan dari Polres Tapteng langsung mengejar pelaku.

Setibanya di Kota Medan, polisi berhasil mendapat informasi bahwa pelaku bersembunyi di rumah keluarganya di Medan hingga akhirnya ditangkap.

Saat ditangkap terlihat sang istri diamankan dengan menggunakan baju kaos panjang berwarna hitam. Sementara sang suami terlihat menggunakan celana pendek berwarna biru.

Kapolres Tapteng AKBP Sukamat mengutarakan kedua pelaku tengah dalam perjalanan menuju Tapanuli Tengah dibawa petugas kepolisian Polres Tapteng.

"Benar, pelakunya sudah ditangkap," kata Kapolres Tapteng AKBP Sukamat, Selasa (18/6/2019) malam melalui Whatsapp.

Orang nomor satu di Polres Tapteng tersebut mengatakan, dugaan awal dikarenakan faktor ekonomi. “Diduga faktor ekonomi,” ujarnya dengan singkat.

Saat ditanya apakah kedua pelaku dengan korban ada hubungan? Kapolres Tapteng, AKBP Sukamat mengatakan, sejauh ini tidak ada.

Dugaan kedua pelaku apakah mendapat bayaran untuk mengabisi korban, Sukamat mengatakan tidak. “Sejauh ini tidak ada,” pungkasnya.


 

sumber: medan.tribunnews.com

Editor: sella.