HETANEWS

Biaya Pemiliharaan Kendaraan Dinas Merupakan Tanggung Jawab OPD

Beberapa unit mobil di Dinas PRKP yang mati pajak diparkir di bahu jalan. (foto/gee)

Siantar, hetanews.com - Pemeliharaan aset berjalan berupa mobil dinas merupakan tanggung jawab dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masing-masing. Biaya pemeliharaan termasuk di dalamnya pajak kendaraan bermotor dan servis kendaraan.

"Jadi biaya pemeliharaan kendaraan dinas dibebankan kepada OPD masing-masing. Bukan ditanggung DPPKAD semua," kata Seksi Monitoring dan Evaluasi DPPKAD, Anne Damanik, Selasa (18/6/2019).

Dijelaskannya, biaya pajak atau mengganti plat kendaraan juga merupakan tanggungjawab dari OPD masing-masing. Termasuk pembayaran dendanya ditanggung oleh masing masing OPD tersebut.

Dalam pengurusan pajak, kata dia, terlebih dahulu OPD tersebut membuat berita acara untuk pengurusan ke bagian aset DPPKAD. OPD menyurati BPKBD untuk meminjam BPKB untuk pengurusan pajak. OPD sebagai pengguna aset hanya memegang STNK kendaraan dinas.

"BPKB  mobil, roda dua atau roda tiga, bagian aset semua yang megang. Biasanya kalau OPD mengurus perpanjangan pajak atau angkat plat otomatis ke kita dulu (DPPKAD)," jelasnya.

Mobil plat merah di Dinas PRKP yang mati pajak diparkir di bahu jalan. (foto/gee) 

Terpisah, Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP), Kurnia Lisnawati, mememberikan penjelasan mengenai beberapa unit mobil plat merah di PRKP yang kondisinya mati plat.

Masa berlaku plat mobil tersebut diantaranya tahun 2010, Tahun 2005, Tahun 2014 dan Tahun 2015. Mobil yang dipakai untuk kegiatan dinas itu terparkir di bahu jalan sekitar kantor Dinas PRKP.

Lisnawati menjelaskan, bahwa pengurusan pajak mobil plat merah itu ditampung dalam anggaran dinas. "Dana untuk pembayaran pajak ada dianggarkan disini (Dinas PRKP). Kalau mati pajak itu jadi tanggung jawab OPD lah, karena OPD yang lalau," katanya.

Ia mengatakan,  mobil plat merah tersebut sedang dalam proses pengajuan penghapusan. Karena, kata dia, mobil itu sudah tua dan biaya pemeliharaan lebih mahal. Selain itu mobil itu tak digunakan lagi karena kondisinya rusak.

"Mobil itu gak jalan lagi, kalau penggantinya sudah ada. Makanya sudah bisa diajukan penghapusan karena sudah penggantinya. Ini kita dalam pengajuan penghapusan," kata dia.

Penulis: gee. Editor: gun.