HETANEWS

Gunung Merapi Luncurkan Lava Pijar 3 Kali

Petani beraktivitas seperti biasa di kawasan Gunung Merapi, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (18/6/2019).

Yogyakarta, hetanews.com - Aktivitas Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah (Jateng), masih fluktuatif. Dari Senin (17/6/2019) pukul 18.00 hingga Selasa pagi (18/6/2019) pukul 06.00 WIB, gunung ini mengalami guguran lava pijar sebanyak tiga kali.

Data dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) di Pos Pengamatan Jrakah Selo, Kabupaten Boyolali, Jateng, guguran lava pijar masih tetap mengarah ke kali hulu Sungai Gendol dengan jarak mencapai 850 meter. Sedangkan secara visual, puncak Gunung Merapi pada Selasa pagi terlihat terus mengeluarkan asap putih dengan intensitas tipis.

“Meski sering mengeluarkan guguran, status Gunung Merapi hingga saat ini masih berada di Level II atau Waspada,” kata petugas Pos Pengamatan Gunung Merapi di Jrakah, Susanto.

Sementara kondisi di lereng Merapi masih aman. Dari pantauan iNews, warga terlihat beraktivitas seperti biasa. Namun, warga diimbau untuk tetap waspada. BPPTKG meminta agar radius 3 kilometer (km) dari puncak Gunung Merapi dikosongkan dari aktivitas penduduk dan pendakian.

Sebelumnya, pada Senin (17/6/2019), Gunung Merapi juga meluncurkan empat kali guguran lava pijar ke arah hulu Kali Gendol, selama periode pengamatan pukul 12.00-18.00 WIB. Jarak luncur mencapai 500-1.000 meter.

Selain guguran lava, BPPTKG juga mencatat sembilan kali gempa guguran dengan amplitudo 4-55 mm yang berlangsung selama 29.76-105.14 detik. Kemudian, dua kali gempa embusan dengan amplitudo 6-9 mm dan durasi 26.2-41.28 detik, serta gempa tektonik jauh dengan amplitudo12 mm dan durasi 270.35 detik.

sumber: inews.id

Editor: sella.