HETANEWS

DPR Pertanyakan Anggaran Pembelian Anjing Pelacak Ditjen Bea dan Cukai Rp3,63 T

Komisi XI DPR mempertanyakan program pengembangan dan penguatan unit anjing pelacak di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Jakarta, hetanews.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengusulkan pagu indikatif untuk 2020 sebesar sebesar Rp44,39 triliun ke Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Dalam usulan ini, Direktorat Jendral Bea dan Cukai (DJBC) mengusulkan anggaran mencapai Rp3,638 triliun untuk satu proyek nasional dan juga proyek unggulan.

Anggora Komisi XI DPR Achmad Hatari mempertanyakan salah satu proyek strategis yang dicanangkan DJBC. Proyek itu terkait pengembangan dan penguatan unit anjing pelacak DJBC.

Menurut dia, proyek anjing pelacak yang mencapai Rp3,6 triliun ini tidaklah sesuai dan terlalu banyak untuk anggaran tersebut.

"Dari anggaran Rp3,6 triliun itu masa semuanya untuk beli anjing?," kata Achmad di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (18/6/2019)

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi menjelaskan, anggaran Rp3,6 triliun ini bukan semuanya untuk membeli anjing pelacak. Tapi anggaran itu sudah keseluruhan dari proyek nasional dan proyek unggulan.

"Tentunya Rp3,6 triliun bukan untuk anjing semua itu untuk satu Direktorat Jenderal Bea Cukai untuk belanja barang dan pegawai," katanya.

Dia pun membeberkan penguatan unit anjing pelacak DJBC ini dikarenakan untuk meningkatkan pengawasan penggelapan, seperti penjualan narkotika yang terus meningkat setiap tahunnya.

"Gambarannya kenapa jadi proyek unggulan pengawasan narkotika karena kota nangkap 4,1 ton itu naik lipat-lipat dari tahun ke tahun makanya kita sudah jadi target market mafia nah tools efektifnya anjing sehingga kita tingkatkan efektivitas sarana dan prasarana termasuk anjingnya sendiri," tuturnya.

sumber: inews.id

Editor: sella.