HETANEWS

Penumpang Perebut Kemudi Sopir Bus di Cipali Jadi Tersangka

Petugas Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melakukan identifikasi bus Safari Lux Salatiga yang mengalami kecelakaan di tol Cipali KM 151, Majalengka, Jawa Barat, 17 Juni 2019. (foto/Dedhez Anggara)

Jakarta, hetanews.com - Penumpang yang berupaya merebut kemudi sopir bus. Amsor, hingga terjadi kecelakaan beruntun di tol Cipali kemarin telah ditetapkan polisi sebagai tersangka.

Pria berusia 29 itu menjadi salah satu penumpang dalam bus Safari nomor polisi H 1469 CB. Dia hanya mengalami luka-luka dalam kecelakaan beruntun yang melibatkan setidaknya empat kendaraan di Tol Cipali pada dini hari kemarin.

"Sudah tersangka. Penetapannya atas dugaan tersangka merebut kendali," kata Kapolres Majalengka Ajun Komisaris Besar Mariyono saat dihubungi, Selasa (18/6).

Penetapan status tersangka ke Amsor, kata dia, dilakukan setelah memeriksa saksi kunci yang duduk di belakang sopir saat kejadian. Saksi melihat Amsor mengganggu sopir bus dengan merebut telepon genggam.

Mariyono menjelaskan, Amsor ditetapkan tersangka akibat perbuatannya mengganggu kendali bus yang ditumpanginya. Saat kejadian, pria yang tinggal di Cirebon itu diketahui merebut ponsel sopir hingga hilang kendali dan menabrak beberapa kendaraan. "Pasalnya 338 juncto 359 KUHP," kata Mariyono.

"Ada saksi kunci penumpang di belakang persis sopir masih sehat. Penumpang sudah diperiksa hasil keterangannya melihat secara langsung, Amsor mengambil kendali berusaha mengambil HP, posisi sopir juga enggak siap sambil main HP," ujarnya.

Amsor saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Mitra Plumbon, Cirebon, Jawa Barat. Polisi berencana memindahkan tersangka ke Rumah Sakit Umum Daerah Majalengka.

"Belum diperiksa kejiwaannya, masih dirawat. Sebelum diperiksa psikiater saja dia tersangka muntah, kondisinya sekarang masih terbaring," kata Mariyono.

Dalam kecelakaan yang terjadi pada Senin (17/6) sekitar jam 01.00 WIB dini hari itu, kendaraan yang terlibat kecelakaan beruntun adalah sebuah bus, sebuah truk, mobil Mitsubishi Xpander, dan Toyota Innova.

Akibat kecelakaan beruntun yang disebabkan adanya penyerangan terhadap sopir bus itu 12 orang meninggal dunia, 11 luka berat dan 32 luka ringan. Seluruh korban dari kecelakaan itu dibawa ke dua rumah sakit terdekat yakni RS Mitra Plumbon (Cirebon) dan RS Cideres (Majalengka).

sumber: cnnindonesia.com

Editor: sella.