HETANEWS

Pelaku Penggelapan Mobil MNC Finance di Bengkulu Divonis 2 Tahun Penjara

Terdakwa kasus penggelapan mobil kredit PT MNC Finance Bengkulu, mendengarkan putusan majelis hakim dalam sidang di PN Bengkulu

Bengkulu, hetanews.com - Terdakwa kasus penggelapan mobil yang dilaporkan oleh PT MNC Finance atas nama Yadi Mulyadi, akhirnya harus mendekam di penjara selama dua tahun. Hakim Pengadilan Negeri Bengkulu memutuskan terdakwa terbukti melanggar pasal 36 Undang-Undang (UU) tentang Jaminan Fidusia Nomor 42 Tahun 1999.

Konsumen PT MNC Finance Bengkulu itu sebelumnya mengajukan permohonan kredit jenis kendaraan roda empat untuk mobil Daihatsu Xenia. Pengajuan kredit itu telah disetujui dengan masa pinjaman selama 48 bulan, terhitung sejak 25 Mei 2018.

Dalam praktiknya, Yadi hanya membayar kredit selama lima bulan angsuran sehingga tunggakannya sudah masuk 10 bulan. Pihak MNC Finance kemudian berencana menarik mobil tersebut karena Yadi tidak memiliki niat baik untuk membayar tunggakan.

Namun, ternyata mobil tersebut telah dipindahtangankan Yadi ke ayah angkatnya di daerah Padang Ulak Tanding Rejang Lebong. Bahkan, keberadaan mobil tersebut saat ini sudah tidak tahu ada di mana.

Atas kejadian itu, pihak MNC Finance melaporkan perkara itu ke pihak kepolisian. Karena Yadi dianggap telah melakukan penggelapan kendaraan, Yadi pun dikenakan pasal 36 Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia dengan tuntutan hukuman 2 tahun kurungan. 

Dalam proses persidangan hingga putusan pada Kamis (13/6/2019), majelis hakim akhirnya menjatuhkan vonis hukuman maksimal, yakni 2 tahun penjara dan denda sebesar Rp1 juta, sesuai tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Kepala Cabang MNC Finance Bengkulu, Bayu Afandi yang hadir dalam persidangan putusan mengatakan, pihaknya terpaksa mengambil jalur hukum karena sudah tidak ada niat baik dari konsumen. Hasil putusan pengadilan dinilai sudah sesuai dengan Pasal 36 UU Jaminan Fidusia dan sudah maksimal.

Untuk diketahui dalam Pasal 36 UU Jaminan Fidusia disebutkan: “Pemberi Fidusia yang mengalihkan, menggadaikan, atau menyewakan benda yang menjadi objek jaminan fidusia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 ayat (2) yang dilakukan tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari penerima fidusia, dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun dan denda paling banyak Rp50 juta.”

“Ya alhamdulillah, putusan majelis hakim sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum selama dua tahun penjara,” kata Bayu Afandi di Bengkulu, Senin (17/6/2019).

sumber: inews.id

Editor: sella.