HETANEWS

Kisah Haru Siswa Kurang Mampu Curi Milo, Kini Jadi Insinyur di Amerika

Amerika Serikat, hetanews.com - Belum lama ini publik dibuat terharu dengan kisah salah seorang siswa tak mampu yang kini sukses menjadi insinyur di Amerika Serikat (AS).

Uniknya lagi, siswa ini pernah ketahuan mencuri Milo milik gurunya dan memakannya di dapur. 

Senin (17/6/19), 17 tahun yang lalu, seorang guru bernama Lew asal Ipoh, Malaysia dengan sukarela memberikan kelas tambahan untuk salah seorang siswanya.

Lew membawa salah satu siswanya yang kurang mampu dan memberikan bimbingan di rumahnya.

Suatu hari, anak yang tidak disebutkan namanya ini dijemput oleh orang tuanya di kediaman Lew.

Namun sayang, Lew tak dapat menemukan siswa tersebut di mana pun.

Hingga akhirnya, siswa tersebut ditemukan bersembunyi di dapurnya dengan keadaan pipi penuh dengan milo bubuk

Karena panik, siswa tersebut menangis karen takut Lew marah kepadanya.

Semenjak saat itu, Lew mulai menggunakan Milo bubuk sebagai bentuk penghargaan untuk siswa tersebut.

Ide jenius ini berlangsung sampai siswa tersebut lulus sekolah.

Beberapa tahun kemudian, Lew menerima pesan singkat dari siswa itu.

Dalam pesan singkatnya, siswa itu bertanya kepada Lew apakah dia mengingatnya.

Siswa ini juga mengisyaratkan bahwa ketika bersama Lew dirinya sangat menyukai Milo.

Lew kemudian bertanya bagaimana keadaan siswa tersebut saat ini dan apa yang dilakukannya dalam beberapa waktu terakhir.

"Saya sekarang menjadi seorang insinyur di AS, orang pertama yang ingin saya temui saat kembali adalah Anda, guru," jawab siswa tersebut.

Sambil bercanda Lew bertanya, " Anda tidak akan membalas saya dengan selusin kaleng Milo kan?".

Kisah membanggakan tersebut diunggah melalui akun Facebook Swallow Lew beberapa waktu lalu.

Sontak kisah siswa dan guru ini menjadi pusat perhatian warga Malaysia.

Hingga saat ini postingan kisah mengharukan guru dan murid tersebut telah mendapatkan lebih dari 20.000 likes dan telah dibagikan sebanyak lebih dari 5.000 shares.

sumber: suara.com

Editor: sella.