HETANEWS

Penumpang Serang Sopir Bus di Cipali Tewaskan 12 Orang Dites Kejiwaan & Diisolasi

Kecelakaan di Tol Cipali. (ist)

Jawa Barat, hetanews.com - Anshor, penumpang Bus Safari nomor polisi H-1469-C B diperiksa kejiwaannya serta langsung diisolasi oleh aparat Polda Jawa Barat. Hal itu menyusul kecelakaan maut di Tol Cipali yang menewaskan 12 orang, Senin (17/6) dini hari tadi.

Kapolda Jabar Irjen Rudy Sufahriadi mengatakan pihaknya tengah mendalami penyebab Anshor menyerang sopir bus nahas tersebut.

"Ansor terluka, sekarang sedang dirawat. Akan kami isolasi. Kita akan memeriksa kejiwaannya," kata Rudi di Cirebon.

Untuk tes urine Anshor, polisi mendapati hasilnya negatif. "Tapi penyebab kecelakaan dia berusaha mengambil alih sopir," tuturnya.

"Akan kita dalami apa yang menyebabkan dia menyerang sopir. Apakah betul sopir dan kondektur akan membunuh dia. Ini pasti ada yang sesuatu yang didalami," sambung Rudi.

Pun tidak menutup kemungkinan Anshor ditetapkan sebagai tersangka kecelakaan maut tersebut. "Bisa tetapkan dia tersangka."

Rudi menegaskan dalam kecelakaan tersebut, sopir bus tidak dalam kondisi mengantuk.

Sebelumnya, Rudi mengungkap sopir bus Safari H-1469-CB diserang oleh seorang penumpang.

"Dari keterangan seorang saksi, tiba-tiba saat sopir sedang telepon dengan kernet ada seseorang yang datang ke tempat sopir dan kemudian terjadilah kecelakaan," kata Rudy.

Rudy menuturkan dari keterangan saksi tersebut pihaknya kemudian langsung mencari tahu orang yang melakukan penyerangan. Setelah ditelusuri ada seorang laki-laki bernama Amsor (29) pekerjaan securiti di Jakarta mengaku yang menyerang sopir bus tersebut.

"Menurut keterangan Amsor bahwa sopir dan kernet dari hasil pembicaraan telepon itu akan membunuh dia (Amsor)," ujarnya.

Akibat serangan dari Amsor itu kendaraan bus, lanjut Rudy, menyeberang ke arah berlawanan yaitu dari jalur A atau arah Cirebon ke jalur B arah Jakarta. Ini mengakibatkan kecelakaan beruntun yang menyebabkan 12 orang meninggal dunia serta puluhan lainnya luka-luka.

"Untuk rincian korbannya yaitu enam orang penumpang Expander semua meninggal, tiga orang dari Innova dan tiga lainnya merupakan penumpang bus," tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Satuan Polisi Lalu Lintas Resort Majalengka Iptu Atik Suswanti, tabrakan di tol Cipali tersebut berawal dari dugaan rebutan kemudi bus Safari Dharma Raya oleh dua orang yang berakibat kendaraan hilang kendali. Akibatnya bus menabrak Mitsubishi Xpander, Toyota Innova serta truk di jalur dengan arah berlawanan.

"Berdasarkan keterangan dari saudara Amsor (29), pekerjaan security di Kabupaten Cirebon. Di tengah perjalanan saudara Amsor memaksa sopir berhenti dengan cara mengambil alih secara paksa kemudi tersebut, dan terjadi perdebatan dengan pengemudi sehingga pengemudi kendaraan bus hilang kendali ke kanan. Selanjutnya menyeberang dan terjadi kecelakaan," kata Atik dalam keterangan tertulisnya, Bandung, (17/6).

Data sementara korban akibat kecelakaan tersebut 12 orang meninggal dunia, 11 orang luka berat dan 32 orang luka ringan serta enam orang dinyatakan selamat. Seluruh korban yang meninggal dunia dan terluka kini dirawat di Rumah Sakit Mitra Plumbon Cireboni dan Rumah Sakit Cideres.

Berikut identitas para korban yang meninggal dunia, Heruman Taman (59), Rafi (22), Reza (22), Radit (22), Dafa (21) dan Irfan (22) semua beralamat di Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, penumpang Mitsubishi Expander.

Sementara untuk identitas penumpang mobil Innova yang meninggal yaitu Wiki (21) Jakarta Pusat, Uki (45), Amar (37), Daryono (70) yang beralamat Desa Tarub Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal.

Sedangkan dua orang lainnya masih dalam pendataan, karena tidak membawa identitas dan saat ini jenazah berada di RS Cideres Majalengka. 

sumber: merdeka.com

Editor: sella.