HETANEWS

Pemuda Pasuruan Ini nekat Jalan Kaki ke Surabaya Untuk Temui Guberenur Jatim

Muhammad Agus Salim (22) pemuda asal Desa Panggungrejo Kota Pasuruan yang berjalan dari kampung halamannya hingga Surabaya akhirnya bertemu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Grahadi, Minggu (16/6/2019). 

Surabaya, hetanews.com - Nadzar Muhammad Agus Salim (22) pemuda asal Desa Panggungrejo, Kota Pasuruan yang berjalan dari kampung halamannya hingga Surabaya untuk bertemu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa akhirnya terbayar sudah.

Bahkan terbayar manis lantaran begitu sampai Surabaya, pemuda ini ditemui langsung oleh Gubernur Khofifah di Gedung Grahadi, Minggu (16/2/2019).

Agus diberi kesempatan untuk menyampaikan apa yang menjadi niatnya hingga rela berjalan dari Pasuruan ke Surabaya.

"Ini nadzar saya saat pilgub lalu. Saat itu saya sangat bingung memilih Bu Khofifah atau Gus Ipul. Keduanya sama-sama baik," kata Agus dj depan Khofifah.

Untuk itu, ia melakukan salat istikhoroh dan meminta petunjuk pada Allah untuk memilih pemimpin Jawa Timur lima tahun ke depan.

Dari salat istikhoroh yang ia lakukan, ia memang tidak didatangi isyarat khusus lewat mimpi. Melainkan Agus mengaku diberi kemantapan hati untuk memilih Khofifah dan Emil Dardak.

"Maka saya ingin melaksanakan nadzar saya. Saya ingin mengucapkan langsung selamat pada Bu Khofifah semoga mampu menjalankan amanah memimpin Jawa Timur dengan amanah dan berkah," kata Agus.

Ia sendiri berangkat dari Panggungrejo pada Hari Jumat. Dengan berbekal seadanya, dan sudah mengantongi surat izin dari kepolisian, Agus berjalan kaki dari Pasuruan ke Surabaya. Jika memungkinkan ia berhenti di Polsek-Polsek untuk istirahat dan makan.

Agus tiba di Surabaya pada Hari Sabtu (15/6/2019). Namun lantaran Gubernur Khofifah masih ada agenda kegiatan di Jakarta, akhirnya Agus diterima langsung hari ini.

"Saya nggak menyangka beliau mau menerima saya. Tentunya saya sangat berterima kasih dan bangga karena keramahan beliau," katanya.

Dikatakan Agus selama perjalanan dirinya bukan hanya berlari atau pun berjalan kaki untuk bisa sampai ke Surabaya. Melainkan selama perjalanan, ia membacakan salawat, mengirim salam pada Nabi Muhammad SAW. Serta mendoakan agar Khofifah bisa lancar memimpin Jawa Timur.

"Saya nggak hanya berjalan kaki, tapi juga bersalawat. Sebelum berangkat banyak yang bilang agar tidak usah lah melakukan nadzhar ini. Tapi saya bersikukuh karena saya sudah janji sama Allah untuk melakukan ini, ibarat kata kalau sudah janjian kalau nggak ditepati kan nggak boleh. Ini saya janjiannya sama Allah," ucapnya.

Pada momen bertemu langsung dengan Khofifah, Agus memang tidak membawa apa-apa dari kampungnya. Ia bahkan hanya mengenakan baju koko putih dan sarung serta beralaskan sandal jepit.

Tapi ia memberikan Khofifah nyanyian lagu. Yaitu cover lagu Ya Maulana yang biasa dinyanyikan Nissa Sabiyan. Agus pun sempat berduet langsung bersama Khofifah.

"Maaf pakaian saya juga seadanya. Tapi kata Gus Dur, kita tidak boleh jaim," katanya pada Khofifah.

Karena itu, Khofifah pun langsung memberikan hadiah pada Agus sepotong baju koko berwarna putih. Dan Khofifah langsung megenakannya pada Agus.

Pada media Gubernur Khofifah mengatakan bahwa apa yang dilakukan Agus dan ap yang diharapkan Agus baginya bisa menjadu optimisme untuk bergerak bersama agar Jawa Timur bisa lehih maju, makmur dan berkah.

"Maju, makmur, dan berkah. Itu jadi yang menjadi harapan Agus untuk Jawa Timur. Yang artinya ini adalah PR kita bersama. Ini bukan PR sederhana tapi juga bukan PR yang berat kika kita semua bergerak bersama, gotong royong bersama," kata Khofifah.

Semangat optimisme ini dikatakan Khofifah tidak boleh pudar. Semangat optimisme untuk Jawa Timur akan menjadinpendorong baginya dan jajaran pejabat di Pemprov Jawa Timur.

"Dan kemarin yang sempat viral adalah tentang kampung Agus yang katanya kesulitan air. Ternyata tadinkata Pak Lurahnya dan juga Agus sudah baik," pungkas Khofifah.

Selain diberi baju Agus Salim juga diberi uang saku oleh Khofifah untuk kembali kampung halamannya di Panggungrejo Pasuruan. 

sumber: tribunnews.com

Editor: sella.