HETANEWS

Polisi Buru Penyebar Surat Pengakuan Sensen Presiden Pusat RI dan Rasul Allah

Selebaran dari pengikut Sensen Komara di Garut. (Muhammad Iqbal)

Jakarta, hetanews.com - Kepolisian Resor Garut menerjunkan tim untuk menelusuri dan mengejar pembuat selebaran dan pengakuan Drs Sensen Komara BM ESA sebagai Presiden Pusat Republik Indonesia, Imam Negara Islam Indonesia, dan Rasul Allah.

Pembuat selebaran dan surat pengakuan tersebut diyakini merupakan anak buah dari Sensen.

"Kita sedang melakukan penelusuran dan pengejaran. Masyarakat kami harapkan tenang karena kami langsung menerjunkan tim untuk kita dalami dan selidiki. Kami pasti akan memberikan tindakan tepat dan terukur," kata Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna, Sabtu (15/6).

Budi meminta agar masyarakat tidak resah dengan munculnya selebaran dan surat pengakuan yang dibuat oleh Nara Sopandi itu, baik langsung maupun melalui media sosial.

"Tentu kami akan memberikan tindakan hukum jika memang terbukti ada tindak pidana di sana," katanya.

Sebelumnya, pejabat dan aparatur pemerintah di Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut, menerima kertas selebaran yang diduga berasal dari pengikut Sensen Komara.

Dalam selebarannya, dituliskan pengakuan Drs Sensen Komara sebagai Presiden Pusat Republik Indonesia, imam Negara Islam Indonesia, dan Rasul Allah.

Selain pengakuan sebagai Presiden pusat dan Rasul Allah, selebaran itu juga dituliskan agar menjadi jalan menciptakan perdamaian sejati. Perdamaian sejati dalam selebaran itu disebut sebagai aset negara dan internasional.

Pada bagian akhir, tercantum nama Hamndani, ulama besar (ulama pancasila), jenderal bintang IV angkatan udara Negara Islam Indonesia, Abdul Rosyid. Tulisan tersebut dikeluarkan di Kecamatan Caringin, Garut Selatan tanggal 11 Juni 2019.

Surat pernyataan itu juga ditandatangani Nara Sopandi yang mengaku sebagai santri Pancasila. Isi dari surat tersebut pengakuan kebenaran Sensen Komara sebagai imam Negara Islam Indonesia, Rasul Allah, dan Presiden Republik Indonesia NKRI Pusat. Dia juga menulis kepercayaan terhadapTNI-Polri dan pemerintah.

Kapolsek Caringin, Iptu Sularto membenarkan adanya surat dan selebaran tersebut di wilayahnya. Menurutnya, surat dan selebaran tersebut dibuat oleh adik Hamdani yang bernama Nara.

Sedangkan Hamdani saat ini tengah menghadapi proses hukum karena pengakuannya bersama keluarganya bahwa Sensen Komara Rasul Allah.

"Untuk Handani ini tinggal menunggu putusan hukum di pengadilan," katanya.

Terkait surat yang menyebar beberapa hari terakhir, Kapolsek mengaku sudah memberi penjelasan kepada masyarakat agar tidak melakukan hal yang melanggar hukum.

Dia mengakui, keberadaan selebaran itu menimbulkan gejolak di tengah masyarakat sehingga langsung diambil tindakan agar situasi tetap kondusif.

"Ini kejadian yang berulang. Sebelumnya kan Hamdani melakukan hal serupa sehingga masyarakat juga gerah. Tapi saya meminta agar masyarakat tetap tenang karena kita dari kepolisian pasti akan mengambil langkah tepat dan terukur dalam menyikapinya," jelasnya.

sumber: merdeka.com

Editor: sella.