HETANEWS

Pembunuh Karyawati Bank Syariah Mandiri, Santi Malau Diduga Laki-laki dan Teman Dekat Korban

Pembunuh Karyawati Bank Syariah Mandiri, Santi Malau Diduga Laki-laki dan Teman Dekat Korban . Foto Santi Devi Malau semasa hidupnya dibagikan netizen ke media sosial. (facebook)

Tapanuli Tengah, hetanews.com - Kasatreskrim Polres Tapteng AKP Dodi Nainggolan terus menyelidiki kasus penemuan mayat bernama Santi Devi Malau.

Santi ditemukan tewas dalam kamar kos Simpang Aek Tolang, Kecamatan Pandan, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara (14/6/2019) sekitar pukul 10.13 WIB kemarin.

Dodi mengatakan untuk nama tersangka telah dikantongi. Sampai saat ini pihaknya masih berusaha keras untuk mendapatkan tersangka.

"Iya tersangka lari, sampai saat ini belum dapat-dapat," kata Dodi, Sabtu (15/6/2019).

"Tersangka diduga laki-laki. Orang dekat yang akrab sering sama korban," sambungnya.

Baca juga: Hasil Visum Karyawati Bank Tewas di Kamar Kos: Ada Bekas Cekikan dan Cakaran Wajah

Dodi menjelaskan pengejaran sudah dilakukan untuk mencari keberadaan pelaku. Bahkan dalam pencarian pelaku, hampir salah tangkap yang diamankan rupanya teman pelaku.

Lebih lanjut, hasil olah TKP ditemukan tanda kekerasan pada wajah korban serta lebam biru pada leher dan lebam pada kedua lengan tangan kanan dan kiri korban.

"Korban ditemukan dalam keadaan telentang dan wajah ditutup kain di dalam kamar mandi. Keadaan penutup closet kamar mandi berantakan dan sampai rusak. Secara umum keadaan kamar mandi berantakan," urainya.

Santi Devi Malau pegawai Bank Syariah Mandiri yang ditemukan tewas bersimbah darah dalam kamar kos-kosan miliknya.
Santi Devi Malau pegawai Bank Syariah Mandiri yang ditemukan tewas bersimbah darah dalam kamar kos-kosan miliknya. (M Andimaz Kahfi)

"Kesimpulan sementara korban meninggal tidak wajar dan diduga kuat akibat mengalami kekerasan. Korban diduga dicekek dan dipukul sama diikat tali tangannya. Saat ini kita masih terus melakukan penyelidikan," jelas Dodi.

Untuk diketahui, korban tewas Santi Devi Malau, ditemukan dalam kamar kos sudah meninggal pada, Jumat (14/6/2019) sekitar pukul 10.13 WIB kemarin.

Pada Jumat sekitar pukul 08.15 WIB korban Santi Devi Malau yang diketahui bekerja di Bank Mandiri Syariah belum datang ke kantor. Saat dihubungi via telepon seluler, HP korban sudah dalam kondisi tidak aktif.

Kepala Cabang (Kacab) PT. Bank Syariah Mandiri atas nama Zainal Pulungan lalu menyuruh Satpam bernama Nanda Wahyudi untuk mengecek ke tempat kos korban.

Karena tidak biasanya korban terlambat. Sebab selama ini selalu hadir ke kantor tepat waktu.

Selanjutnya, Sekuriti lalu mengecek ke tempat kosnya. Namun pintu korban terkunci dan dipanggil tidak dibuka-buka.

Nanda kemudian melaporkan keadaan itu ke pimpinan dan selanjutnya menyuruh karyawan lain menghubungi orang tuanya di Kecamatan Sibabangun. Info dari orangtua, bahwa korban tidak pulang ke Sibabangun.

Kacab BSM selanjutnya menghubungi pemilik kos Noni Simatupang dan meminta tolong menyuruh anggotanya untuk membuka paksa pintu kamar kos korban.

"Setiba di depan kamar kos korban, kami pun menggedor-gedor pintu kamarnya, tapi nggak dibuka-buka," kata salah satu rekan korban yang tak mau menyebut namanya.

"Dia pun nggak menyahut dari dalam kamar. Padahal sudah berulangkali dipanggil," sambungnya.

Melihat kondisi itu, rekan kerja korban yang tiba dilokasi dan didampingi beberapa warga memilih mendobrak pintu kamar kos korban.

Setelah pintu kamar terbuka, betapa terkejutnya mereka saat melihat kondisi tubuh korban yang sudah terbujur kaku di dalam kamar kos.

"Kami melihat korban di lantai kamar kos, dekat kamar mandi," jelasnya. Atas penemuan tersebut, mayat korban pun dibawa ke Rumah Sakit Umum Pandan untuk dilakukan otopsi.


 

sumber: medan.tribunnews.com

Editor: sella.
Komentar 3
  • Eric Setiawan Malau
    Bismillaah.. Saya adik kandung dari santi devi malau.. Sangay berharap kepada wartawan agar tidak memberikan asumsi asumsi negatif, judul2 yang memanas atas kronologis kematian kkak saya.. Allaah maha mengetahui,semoga pekerjaan kalian berkah dengan tidak menimbulkan asumsi negatif kepada masyarakat. Bertaqwalah kepada Allaah. Sesungguhnya Allaah maha mengetahuo atas apa yang kamu kerjakan.
  • Eric Setiawan Malau
    Jika masih ingin pekerjaan kalian ini baik baik sajaa berhentilah .. sangat berharap untuk tidak memberikan judul yang menbuat masyarakat berfikir kaka saya bukan anak baik baik. Demi uang kalian mengerjakan segala hal. Duhai kaliam ittaqillaah!!!! Bertaqwalah kpd Allaah.
  • Eric Setiawan Malau
    Jangan karena ingin menaikkan oplah atau mengangkat rating sehingga menabrak aturan agama dan tidak memedulikan kehormatan orang. Ingatlah, semua aktivitas kita akan dimintai pertanggungjawabannya di sisi Allah‘azza wa jalla.