HETANEWS

Ketua LPSK Sebut Isu Hakim MK Diancam Cuma Rumor

Sidang Perdana Sengketa Pilpres 2019. (foto/Johan Tallo)

Jakarta, hetanews.com - Ketua Umum Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Hasto Atmojo Suroyo mengatakan, informasi yang menyebut adanya ancaman terhadap hakim Mahkamah Konstitusi (MK) merupakan rumor belaka. Hal itu didapati setelah pihak LPSK melakukan komunikasi dengan MK.

"Kemarin setelah Sekjen LPSK (melakukan) komunikasi dengan Sekjen MK, kami dapat informasi, berita itu rumor yang berkembang di masyarakat saja," ungkap Hasto Atmojo Suroyo saat dihubungi, Jakarta, Sabtu (15/6).

Hasto menjelaskan, rumor itu mengemuka saat tanya jawab dengan pihak media. "Tentang hakim itu muncul di tanya jawab, ternyata malah itu yang jadi ramai di pemberitaan," paparnya.

"Dalam rilis LPSK sebenarnya tidak menyebut itu, tapi perlindungan kepada saksi karena Pengacara 02 kemarin merasa perlu ada perlindungan saksi," lanjut Hasto.

Dia mengimbau supaya isu itu tidak usah dikembangkan lagi. "Karena itu MK menyarankan agar tidak dikembangkan lagi," imbaunya.

Sebelumnya diberitakan, bahwa LPSK menerima laporan adanya ancaman terhadap hakim MK. Beberapa hakim MK ditelepon oleh orang-orang tak dikenal. Atas dasar rumor tersebut, LPSK melakukan komunikasi dengan pihak MK untuk menggali kebenarannya.

Mahkamah Konstitusi (MK) meningkatkan keamanan bagi sembilan hakim konstitusi menjelang sidang pendahuluan sengketa hasil Pemilu 2019 yang mulai digelar 14 Juni 2019. Sekretaris Jenderal MK Guntur Hamzah mengatakan pengamanan standar harian untuk tiap-tiap hakim konstitusi berupa dua personel satuan ADC (aide-de-camp) dan seorang polisi patroli dan pengawal (patwal).

Tambahan berupa patroli di rumah masing-masing hakim. Keamanan tersebut, kata Guntur, sudah ditingkatkan sejak akhir Mei 2019 dan akan selesai pada Jumat (9/8). Sementara untuk keamanan di lingkungan gedung MK, Guntur mengatakan MK telah bekerja sama dengan pihak kepolisian.

sumber: merdeka.com

Editor: sella.