HETANEWS

Harga Cabai Melonjak Rp 110.000/kg, Pemko Tanjungbalai Kirim Surat ke Pemprovsu

Wartawan saat berbincang dengan R Sianturi, pedagang di Pasar Bengawan, jalan Veteran Tanjungbalai. (foto/ferry)

Tanjungbalai, hetanews.com - Melonjaknya harga kebutuhan pangan saat menjelang  atau sesudah lebaran, sepertinya harus menjadi perhatian pemerintah.

Misalnya harga cabai merah, di sejumlah pasar di Kota Tanjungbalai, mengalami kenaikan yang signifikan hingga 100 persen.

Harga cabai merah mencapai kisaran Rp 100.000 - Rp 110.000 /kilogramnya. Hal ini dikarenakan berkurangnya jumlah pasokan cabai merah  yang diterima pedagang dari petani.

Kekurangan stok cabai merah ini, dikarenakan daerah penghasilnya, seperti dari Kabupaten Karo, Sumut. Hasil tanaman petani di daerah Berastagi dan Tanah Karo tersebut terganggu akibat erupsi Gunung Sinabung.

Pantauan hetanews.com, di Pasar Bengawan, jalan Veteran Tanjungbalai, pada Kamis (13/6/2019) sore, harga cabai merah dengan harga tertinggi mencapai Rp 110.000/kilogram.

R Sianturi,  salah seorang pedagang mengatakan, kenaikan pada hari ini sangat membebaninya sebagai pedagang kecil. Melambungnya harga ini membuat dirinya merugi, karena tidak ada pembeli.

"Satu hari ini, saya hanya bisa menjual cabai merah hanya 10 kilogram, dan saya khawatir dengan keadaan pasar yang tidak menentu,"ucapnya.

Dijelaskannya, bahwa kenaikan cabai ini seperti air, sejak 3 hari terakhir.  Misalnya pada hari Senin, harga cabai merah hanya Rp 50.000/Kg,  pada hari Selasa melonjak Rp 55.000 /Kg,  pada hari Rabu naik lagi Rp 65.000/Kg,  dan pada hari ini (Kamis),  meroket hingga mencapai Rp 110.000/Kg, ungkapnya.

S Matondang, salah seorang pedagang di Pasar Tanjungbalai. (foto/ferry)

Pedagang kecil seperti dirinya hanya bisa pasrah mengenai gejolak harga ini dan melhat situasi harga esok, apakah masih terus melonjak atau menurun.

Kalau tiba-tiba besok harga cabai merah turun, dia pun pasrah menerima kerugian, karena telah membeli harga cabai yang tinggi hingga seratusan ribu.

Hal senada juga diutarakan oleh S Matondang. Hari ini, dia menjual cabai merah dengan harga Rp 100.000/Kg. Tidak meratanya harga yang dijual oleh pedagang, di pasar tersebut, tergantung dari harga ambilan dari agen, ucapnya.

Tidak dinafikan, bahwa naiknya sejumlah komoditas pangan saat lebaran maupun sesudahnya, seperti cabai pada saat ini, karena pemerintah tidak mempunyai data pasti produksi pertanian dalam negeri. Akibatnya, harga sejumlah komoditas pangan naik ketika pasokan tidak mencukupi kebutuhan masyarakat baik itu secara daerah maupun secara nasional.

Sementara Rosidah Parinduri, selaku TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah)  mengatakan,  bahwa TPID hanya sebagai Tim Monitoring harga. 

Dan saat ditanya tindakan Tim TPID Pemko Tanjungbalai dalam mengatasi melonjaknya harga cabai merah ini, dia menyarankan ke Disperindag, karena itu domain dinas tersebut. 

Walaupun begitu, permasalahan ini akan saya sampaikan  dalam rakor PTID Provinsi pada esok hari (Jumat), di Padangsidempuan, ucap Rosidah Parinduri yang juga Kabag Perekonomian Pemko Tanjungbalai.

Lain halnya tanggapan, Nurmalini Marpaung, selaku Asisten I Pemerintahan Kota Tanjungbalai. Mengatasi masalah ini, katanya, pihaknya siang tadi telah melayangkan surat ke Pemprovsu untuk meminta suplay bahan pangan seperti cabai merah. Hal ini untuk menekan kekurangan pasokan cabai merah di pasaran, katanya.

Saat ditanya kenapa tidak mengambil alternatif lain, misalnya membeli hasil cabai merah dari petani lokal,  Nurmalini Marpaung yang juga menjabat Plt Kadis Perindag Kota Tanjungbalai, mengatakan, hal itu telah mereka lakukan dengan berjumpa dengan petani, namun petani tidak bisa menjual hasil panen cabai merah mereka kepada orang lain, karena telah mempunyai perjanjian sebelumya kepada pihak lain (agen). 

Penulis: ferry. Editor: gun.