HETANEWS

Sopir Bus Simas Akibatkan Kondektur Tewas Dibui 5 Bulan

Disambut putrinya, terdakwa menangis meninggalkan ruang sidang. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Mardiman Simanjorang (29), warga Desa Garingging, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, menangis saat divonis 5 bulan penjara oleh majelis hakim, Novarina Manurung SH, di PN Simalungun, Kamis (13/6/2019).

Sopir Bus PO Simas ini juga menangis ketika dituntut jaksa, Fransiska Marlina Napitupulu SH, selama 8 bulan.

Terdakwa benar-benar menyesali peristiwa itu yang mengakibatkan kondekturnya (kernet) meninggal dunia akibat kelalaiannya. Antara terdakwa dan keluarga korban Yudianto Stevanus Sihombing sudah berdamai.

Itulah yang menjadi pertimbangan hakim untuk meringankan hukuman terdakwa. Akibat kelalaiannya, pada Jum'at, 8 Pebruari 2019 lalu, korban meninggal dunia di bawah kolong bus Simas yang dikemudikan terdakwa.

Peristiwa naas itu bermula, ketika bus yang dikemudikan terdakwa tidak dapat mengoper gigi. Lalu memerintahkan korban memeriksa master klos di kolong mobil.

Sedangkan terdakwa, tetap mengutak-atik prsneling mobil dengan memasukkan gigi mundur. Akibatnya mobil langsung mundur dan ban kiri bagian depan melindas tubuh korban yang sedang memeriksa di bawah kolong mobil.

Dibantu para penumpang, terdakwa menarik tubuh korban dan sempat dibawah ke Rumah Sakit Tentara (RST) Siantar, tapi tak dapat terselamatkan karena bagian dada korban hancur.

Terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melanggar pasal 310 (4) UU No.22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Penulis: ay. Editor: gun.