HETANEWS

Jual Beli Sabu, Bang Hendrik Diancam 7 Tahun Bui

Bang Hendrik diborgol petugas di depan istrinya. (foto/ms)

Siantar, hetanews.com-Terdakwa Henry Hutagalung alias Bang Henrik (45), dituntut jaksa, Ana Lusiana SH, selama 7 tahun denda Rp 1 M dengan subsider 6 bulan penjara, dikurangi masa penahanan yang sudah dijalani.

Ancaman hukuman itu, dibacakan dalam persidangan, Rabu (12/6/2019), di PN Siantar.

Terdakwa yang merupakan warga jalan Tongkol No. 48, Kelurahan Pardomuan, Kecamatan Siantar Timur ini, dipersalahkan jaksa, melanggar Pasal 114 ayat (1) UU RI Nom 35/2009 tentang Narkotika. 

Atas tuntutan tersebut, terdakwa ajukan pledoi dibantu penasehat hukumnya, Erwin Purba SH.

Terdakwa ditangkap anggota Satres Narkoba Polres Siantar, di Beringin, Kabupaten Simalungun, pada Sabtu (15/12/2018), lalu.

Barang bukti yang ditemukan dari terdakwa saat penangkapan, yakni 1 buah sepatu perempuan merk Paris, didalamnya ada 1 gulungan tisu yang berisi 1 paket sabu seberat 1,24 gram, 1 unit HP merk Nokia, 1 buah tas pinggang merk Polo, berisi 2 buah gunting, 1 buah lakban, dan 1 bungkus plastik klip.

Bang Hendrik membeli sabu tersebut dari Geboy (DPO) seharga Rp 1,6 juta sebanyak 2 gram. Geboy dan terdakwa sepakat bertemu di Beringin, melakukan transaksi jual beli sabu tersebut. Kurang lebih tiga kali terdakwa membeli sabu kepada Geboy.

Kemudian barang haram tersebut dijual kembali kepada Muhammad Iqbal (terdakwa lain) dengan kesepakatan uang akan diberikan setelah barang laku terjual.

Terdakwa akan memberikan komisi 10% per paket.

Untuk pembacaan putusan, majelis hakim, yang dipimpin Danar Dono SH dan didampingi dua hakim anggota , menunda persidangan hingga sepekan.

Penulis: ms. Editor: gun.