HETANEWS

Untuk Biaya Anak Sekolah, Oknum PNS Nekat Mencuri Kotak Infaq

Terdakwa disidang PN Simalungun. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - NS (43), oknum PNS Kantor Camat Siantar, tinggal di Kampung Moho Silulu, Kecamatan Jawamaraja Simalungun, didakwa mencuri kotak infaq berisi uang Rp 1, 2 juta, di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Kamis (13/6/2019).               

Pencurian itu, menurut jaksa Ade Jaya Ismanto SH, dilakukan terdakwa pada Senin, 25 Maret 2019, pukul 10.00 WIB, di Masjid Al Hidayah, Kampung Timbaan, Nagori Maligas Tongah, Kabupaten Simalungun.

Terdakwa dengan mengendarai sepeda motor Honda Supra X 125 BK 5763 TAK, datang ke masjid sudah membawa  sebuah obeng yang sudah disiapkannya.

Lalu mencongkel kotak infaq dan mengambil isinya yakni uang Rp 1. 226.000, dan memasukkannya ke dalam bagasi sepeda motornya. Naas, perbuatannya dilihat oleh saksi Wagiman, Ariadi dan juga Suratman.

Terdakwa ditangkap warga setempat dan ia mengaku terpaksa mencuri, karena gaji di kantor sudah tinggal Rp 400 ribu per bulan karena terlilit hutang di Bank BNI.

Uang tersebut akan digunakan untuk keperluan anak sekolah. Jaksa menjeratnya dengan pasal 363 ayat (1) KUHP.                 

"Saya kewalahan mau bayar uang sekolah anak saya paling besar SMA dan tiga lagi SMP dan SD,"ucap terdakwa dengan nada lirih saat memberi keterangan, di sidang siang itu                

Tiga saksi juga senada mengucapkan, kalau antara terdakwa dan pengurus masjid sudah saling memaafkan. "Kami sudah berdamai bu hakim,"ucap saksi Suratman.                  

Meski sudah berdamai dan para najir Mesjid telah memaafkannya, tampaknya dengan hukum belum bisa berdamai. Terdakwa tetap ditahan sampai vonis hakim dibacakan.

Untuk mendengar tuntutan jaksa, majelis hakim,  Novarina Manurung SH, Aries Ginting SH dan Roziyanti SH, menunda persidangan hingga sepekan.

Penulis: ay. Editor: gun.