HETANEWS

Tidak Ingin Aksi 22 Mei Terulang, Para Tokoh di Bandar Khalifah Serukan Tolak Kerusuhan

Sergai, hetanews.com - Jelang sidang perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU), di Mahkamah Konstitusi (MK) yang akan digelar besok, 14 Juni 2019 dan putusannya pada 28 Juni 2018 mendatang, semua pihak harus mengedepankan kepentingan bangsa dan negara.

Hal itu dikatakan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan Organisasi Kepemudaan (OKP) Kecamatan Bandar Khalifah, Kamis (13/6/2019).

Seruan ini disampaikan, untuk  mendukung terciptanya situasi yang  kondusif  di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), khususnya di Kecamatan Bandar Khalifah. Kamis (13/6/2019).

Sekretaris MUI Kecamatan Bandar Khalifah, Ustaz Ibnu Hajar dan Pengurus BKM Mesjid Aliklas Desa Pekan Bandar Khalifah, Hermansyah yang mewakili tokoh agama, serta tokoh masyarakat Kecamatan Bandar Khalifah, menyatakan menolak keras adanya aksi kekerasan dan kerusuhan seperti yang terjadi pada 22 Mei 2019 lalu, dan mengajak umat beragama  untuk menjaga perdamaian serta kerukunan, demi Indonesia.

“Kami juga menghimbau untuk menghindari segala bentuk aksi kerusuhan dalam menghadapi proses keputusan sidang di MK dan mari hormati proses konstitusi dengan rasa ikhlas, “ucap kedua tokoh agama ini.

Hal senada juga disampaikan Willi Harianja, selaku Ketua PAC Ikatan Pemuda Karya (IPK) Kecamatan Bandar Khalifah.

Dia menghimbau dan  mengajak kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya di Kecamatan Bandar Khalifah untuk bersama - sama  menjaga perdamaian dan kesatuan bangsa.

Lanjut Willi, menyikapi gejolak- gejolak yang terjadi di Indonesia pasca Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden serta  gejolak - gejolak yang terjadi saat ini, meminta kepada seluruh masyarakat untuk meluruskan ego  masing - masing dan  menghargai perbedaan pendapat.

"Kami cinta perdamaian dan kerukunan antar umat beragama serta menolak kerusuhan. Kami cinta persatuan, kami cinta Indonesia,  damailah negeriku. NKRI harga mati,"seru Willi.

Penulis: wh. Editor: gun.