HETANEWS

Walikota Hefriansyah Undang Elemen Masyarakat Bahas Pijat Plus-plus

Polisi mengevakuasi jenazah AS yang meninggal di dalam kamar pijat di Kota Siantar. (Foto/ist)

Siantar, hetanews.com - Pasca tewasnya Almer Sitorus (64), pensiunan Departemen Kesehatan (Depkes) yang tinggal di Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba di lokasi Pijat Lulur Melati di Jalan H Adam Malik, Kelurahan Timbang Galung, Kecamatan Siantar Barat, Selasa  (11/6/2019) muncul protes dari sejumlah kalangan.

Protes yang dilayangkan warga tersebut muncul dari elemen masyarakat yakni, Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Siantar. Tidak hanya protes, BKPRMI yang diketua oleh H Faidil Siregar meminta pihak pemerintah agar menutup usaha tersebut.

Pasca adanya protes tersebut, pada Rabu (12/6/2019). Walikota Siantar Hefriansyah mengundang sejumlah elemen masyarakat untuk membicarakan dan menutup kusuk lulur tersebut.

Baca juga: Usaha Kusuk Lulur di Siantar Banyak Tak Kantongi Izin, Ini Datanya

Undangan untuk elemen masyarakat itu dilayangkan oleh Hefriansyah diketahui ketua BKPRMI Faidil Siregar mendapat undangan langsung walikota yg via telepon.

"Benar kita dapat undangan langsung. Walikota yang ngundang via telepon," ujarnya saat dikonfirmasi via Whatsapp.

Dijelaskan Faidil, dalam pertemuan dengan walikota, terdiri dari DPD BKPRMI, PMRI, Dinas Sosial, Satpol PP, Asisten Pemerintahan dan Pers serta tokoh agama minta kepada Pemko untuk menindaklanjuti dan menutup semua kusuk/pijat yang terindikasi plus-plus atau prostitusi.

"Pihak Pemko/Walikota merespon dan memerintahkan Satpol PP, Dinas Sosial dan pemerintahan serta warga masyarakat untuk turun bersama Walikota dalam menutup tempat kusuk-kusuk yang terindikasi ada prostitusinya," ujarnya.

Disampaikan Faidil Kembali, hal ini  akan diagendakan Satpol PP dengan asisten pemerintahan bersama Dinas Sosial.

"Kapan jadwal turunnya (menertibkan). Kita tinggal menunggunya," pungkasnya.

Baca juga: Pensiunan PNS Meregang Nyawa di Kamar Kusuk depan Kafe Sobat, Ini Faktanya

Penulis: hza. Editor: bt.