HETANEWS

Ketinggalan Pesawat Hingga Rugi Rp12 Juta, Satu Keluarga Asal Bekasi Protes Paradep Taxi

Haris Tampubolon (27) bersama keluarganya saat berbicara dengan salah seorang mandor Paradep Taxi, Ando Purba terkait masalah yang mereka alami, Rabu (12/6/2019). (foto/hza)

Siantar, hetanews.com-Suasana loket Paradep Taxi di Jalan Sutomo Siantar, tiba-tiba ramai, setelah satu keluarga asal Bekasi, protes dengan pelayanan Paradep Taxi yang diduga tidak professional, Rabu (12/6/2019).

Satu keluarga yang awalnya menghadiri pesta keluarga di Siantar ini mengaku batal pulang ke Bekasi karena ketinggalan pesawat, akibat  tidak profesional layanan pihak Paradep Taxi.

Haris Tampubolon (27), mewakili keluarga yang batal pulang ke Bekasi menyampaikan, mereka batal pulang karena tidak profesionalnya pelayanan Paradep Taxi saat mengantar ke Bandar Kualanamu, sehingga mereka ketinggalan pesawat.

Haris dan keluarganya, meminta pertangung jawaban pihak Paradep. Dan tidak kali ini saja, pada hari Selasa (11/6/2019), lalu, mereka juga sudah mendatangi loket Paradep Taxi.

Haris yang datang bersama keluarganya mengaku mengalami kerugian Rp12 juta, setelah tiket pesawat yang mereka pesan tidak berguna lagi.

"Hari Senin (10/6/2019) kemarin, kami datangi loket Paradep sekira pukul 14.30 WIB, dan memesan tiket untuk 7 orang. Saat memesan tiket itu, kami bilang, pesawat yang kami tumpangi berangkat sekitar pukul 18.20 WIB.

Mereka (Pihak Peradep Taxi,red) menyanggupi sampai di Kualanamu sebelum jam penerbangan 18.20," ujar Haris di Loket Paradep, Rabu (12/6/2019) malam.

Dijelaskan pria yang menetap di Handayani, Kecamatan Siantar Sitalasari, Kota Siantar ini, ada satu jam lebih menunggu dan berangkat dari Loket Paradep, sekitar pukul 15.45 WIB.

Dan di jalan Asahan, sopir menaikkan penumpang dan manurut mandor, itu sewa resmi.

Haris Tampubolon (27)  saat diwawancarai sejumlah awak media, Rabu (12/6/2019). (foto/hza)

"Kami pikir kalau berangkatnya jam 15.45, waktunya masih terkejar. Perjalanan dua jam, dan jam enam sudah sampai. Tapi setelah masuk di Tol Tebing Tinggi, mobilnya mogok sampai 15 menit, setelah itu berangkat lah. Disaat dia tahu pesawat kami 18.20, dia keluar tol dan kami protes. Bang pesawat kami 18.20, baru lah masuk tol lagi dan sampai ke Kualanamu pukul 18.20 dan kami cek in, ternyata pesawat sudah dilandasan pacu," ungkapnya.

Disampaikan Haris kembali, sebelum masuk tol, turun cewek satu orang yang naik empat orang, di Jalan Asahan dan satu cewek tadi turun di Tebing Tinggi dan ngasi uang ke kernek bus. "Kalau dia ngasi uang ke kernek, dia bukan sewa resmi dari loket," jelasnya.

"Tiket pesawat sudah dipesan. Harganya Rp12 juta lebih untuk 9 orang. Pesawatnya sudah berangkat, jelas kami sudah rugi,"ucapnya kembali.

Ketika diminta tanggapannya terkait pelayanan Paradep Taxi, Haris menyampaikan, bahwa manajemen Paradep Taxi tidak profesional.

"Harusnya kalau waktunya tidak bisa mereka kejar, ya disampaikan. Ini mereka sanggupi. Karena saat pesan tiket taksi tadi, kami sudah sampaikan jam keberangkatan pesawat kami. Kalau tidak bisa, kenapa disanggupi?," ungkap Haris.

Selain kesal, Haris dan keluarganya yang batal pulang ke Bekasi pun kecewa dengan tidak ada tanggungjawab dari manajemen Paradep atas peristiwa yang mereka alami.

"Mengelak lah. Mereka bilang hanya mengganti tiket taksi aja. Tiket pesawat yang sudah kami pesan, mereka nggak mau tahu. Dua hari kami ke sini dan tidak ada solusi," jelas Haris.

"Kami juga berencana mau melaporkan kejadian ini. Mau kami lapor ke BPSK dan Kemenhub di Jakarta. Bila perlu media di Jakarta kami undang juga,"ucapnya.

Terkait peristiwa tersebut, pihak Paradep Taxi belum terkonfirmasi. Padahal, sejumlah awak media telah menunggu lama di Loket Paradep Taxi guna mengonfirmasi peristiwa tersebut.

Penulis: hza. Editor: gun.