HETANEWS

Elemen Masyarakat di Tanjungbalai Menolak Kerusuhan Jelang Sidang Sengketa Pemilu di MK

Elemen Masyarakat di Tanjungbalai deklarasi menolak kerusuhan jelang sidang sengketa Pemilu 2019, di Mahkamah Konstitusi.

Tanjungbalai, hetanews.com - Jelang sidang perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU), di Mahkamah Konstitusi (MK) yang akan digelar pada 14 Juni 2019 mendatang dan putusannya pada 28 Juni 2018, semua pihak harus mengedepankan kepentingan bangsa dan negara.

Hal itu dikatakan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan penyelenggara Pemilu. Seruan ini disampaikan, untuk  mendukung terciptanya situasi yang  kondusif  di wilayah Kota Tanjungbalai dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Tanjungbalai, H Haidir Siregar dan pengurus BKM Masjid Raya Tanjungbalai,  Tengku Alexander yang mewakili jemaah, tokoh agama, serta tokoh masyarakat Tanjungbalai, menyatakan menolak adanya aksi kekerasan dan kerusuhan seperti yang terjadi pada 22 Mei 2019 lalu, dan mengajak umat beragama  untuk menjaga perdamaian serta kerukunan demi Indonesia.

“Kami juga menghimbau untuk menghindari segala bentuk aksi kerusuhan dalam menghadapi proses keputusan sidang di MK dan mari hormati proses konstitusi dengan rasa ikhlas, “ucap Pengurus FKUB Tanjungbalai dan diamini pengurus dan tokoh agama lainnya, di Mesjid Raya Sultan Ahmad Syah Kota Tanjungbalai, Rabu (12/6/2019).

Sementara itu, Ustad Buya Gustami Hasibuan selaku Ketua Pesantren Al Jamiyatul Wasliyah Kota Tanjungbalai, menghimbau dan  mengajak kepada seluruh warga dan  masyarakat Indonesia, khususnya Kota Tanjungbalai, untuk bersama - sama  menjaga perdamaian dan kesatuan bangsa  karena perdamaian itu adalah Rahmatan lil Alamin.

Menyikapi gejolak- gejolak yang terjadi di Indonesia pasca Pemilihan Calon Presiden dan Wakil Presiden serta  gejolak - gejolak yang terjadi saat ini di Indonesia, Ustad Buya Gustami meminta kepada masyarakar untuk meluruskan ego  masing - masing dan  menghargai perbedaan pendapat.

Marilah kita sama sama menciptakan perdamaian, dan kami berkomitmen untuk menjaganya. Mudah - mudahan kita diberkahi oleh Allah SWT dan beliau akan berada di garda terdepan untuk menjaga keutuhan NKRI, dengan semboyan NKRI harga mati, tegas Ustad Buya Gustami dan diamini oleh Jemaah  Al-washliyah.

Hal senada juga diutarakan oleh Aparatur Sipil Negara ( ASN)  yang ada di kota Tanjungbalai dan salah satunya adalah dari Satuan Polisi Pamong Praja ( Satpol PP).

Kami cinta perdamaian dan kerukunan antar umat beragama serta menolak kerusuhan. Kami cinta persatuan, kami cinta Indonesia,  damailah negeriku, ucap Pati, selaku Plt Kasat Polisi Pamong Praja Kota Tanjungbalai.

Kasat Pol PP dan anggotanya  berkomitmen untuk menolak dan mengutuk keras kerusuhan, seperti yang terjadi pada 22 Mei 2019 lalu.

Kami meminta, menghimbau serta mengajak kepada seluruh masyarakat untuk menjaga dan memelihara perdamaian di antara kita, demi terwujudnya persatuan dan kesatuan NKRI yang kita cintai ini, serunya.

Penulis: ferry. Editor: gun.