HETANEWS

Berbelit - belit, Komplotan Rampok Diancam 8 dan 7 Tahun Bui

Petugas memborgol 4 terdakwa dan Bayakman secara terpisah. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Lima terdakwa perampok truk, dituntut bervariasi 8, 7, 6 dan 4 tahun, di sidang Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Rabu (12/6/2019).

Terdakwa Bayakman Sumbayak (38), warga jalan Meranti, Kelurahan Bane, Kecamatan Siantar Utara, Kota Siantar, dituntut 8 tahun. 

Demson Mangasi Sihotang (41), warga jalan Pdt JW Saragih GG Gong 2000 Siantar dan Sugirin alias Girin (37), warga Aek Tarum Asahan, masing-masing dituntut 7 tahun. Terdakwa Henry Jonni Butarbutar (36), warga jalan Ragi Hidup, Kelurahan Bane, dituntut 6 tahun.

Ke-4 terdakwa dituntut lebih berat oleh jaksa, Barry Sugiharto SH, daripada terdakwa Lamhot Sariaman Siadari alias Gondrong (34), warga Kelurahan Sigulanggulang Siantar yang hanya 4 tahun.

Karena Gondrong membantu terangnya pemeriksaan perkara pidana tersebut menjadi jelas, bersikap sopan dan berterus terang.

Berbeda dengan 4 terdakwa lainnya yang tidak menunjukkan rasa penyesalan. Juga mempersulit proses persidangan dengan memberikan keterangan yang berbelit-belit, tidak jujur dan tidak bersikap sopan.

Komplotan perampok ini, terbukti melakukan kejahatan dengan cara menganiaya, menodongkan senpi dan parang terhadap saksi korban pengemudi mobil truk,  pada Kamis, 20 Desember 2018, pukul 04.00 WIB, lalu, di jalan umum Siantar-Saribudolok, Dusun Bongbongan, Nagori Jangger Leto, Kecamatan Panei.

Bermodalkan mobil Xenia yang dirental, ke-5 terdakwa bersama 4 orang DPO telah merencanakan perampokan di jalan lintas berangkat dari Kota Siantar. Saat melintas berpapasan dengan mobil truk kuning BK 9345 NH yang dikemudikan saksi korban Suryadi Sitinjak dan Novrianto.

Para terdakwa dan para DPO ada yang memecahkan kaca, mengancam korban dengan parang dan senapang. Lalu membawa kabur dua ponsel, kartu ATM, STNK, SIM milik korban dan uang yang mengakibatkan korban mengalami kerugian Rp.9.180.000. Korban dipukul pada bagian kepala belakang.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) mempersalahkan para terdakwa dengan pasal 365 (2) ke1-2 KUH Pidana. Para terdakwa memohon kepada majelis hakim, pimpinan Novarina agar hukumannya diringankan.

Sedangkan terdakwa Bayakman Sumbayak, didampingi pengacaranya, Ramot SH akan mengajukan nota pembelaan (pledoi) secara tertulis. Untuk itu majelis hakim.menunda persidangan hingga 1 Minggu. Untuk 4 terdakwa lainnya sidang ditunda 2 Minggu, guna mendengarkan vonis.

Penulis: ay. Editor: gun.