HETANEWS

Driver Gojek Akui Sudah Pernah Dihukum Dalam Kasus yang Sama Jualan Sabu

Driver Gojek jualan sabu diborgol petugas usai persidangan. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com – M Iman Annur Karim (23), driver Gojek, membenarkan telah menjual sabu kepada Choy Tampubolon (disidang terpisah).

Dipersidangan Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Rabu (12/6/2019), terdakwa juga membenarkan, jika dirinya sudah pernah dihukum dalam .kasus yang sama.       

"Sudah pernah dihukum 2 tahun,"kata terdakwa ketika ditanya Roziyanti SH, selaku ketua majelis hakim dalam persidangan, siang itu.

"Berarti kau gak menyesal, karena sudah 3 kali. Dimana dulu kau disidang, “tanya hakim lagi. "Di Pengadilan Negeri Pematangsiantar, tahun 2017, Bu,"jawab terdakwa.

Sebelumnya, jaksa Viktor Purba menyebutkan, terdakwa ditangkap dari kamar kostnya, di jalan Pangad, Kelurahan Bukit Sofa, Kecamatan Siantar Sitalasari, Kota Siantar, pada Senin, 31 Desember 2018, pukul 08.00 WIB, lalu.

Penangkapan terdakwa, berdasarkan pengembangan kasus setelah tertangkapnya Choy Tampubolon dan Adi Tampubolon oleh Polsek Tanah Jawa. Dari keduanya, polisi menyita sepaket sabu yang diakui dibeli dari terdakwa.

Terdakwa pun diamankan Polsek Tanah Jawa dari dalam kamar kostnya dengan barang bukti sepaket sabu, timbangan digital dan uang hasil penjualan sabu Rp.700 ribu.

Setelah dipertemukan dengan Choy Tampubolon, driver Gojek ini membenarkan telah menjual sabu seharga Rp.700 ribu kepada Choy.

Untuk memberi kesempatan Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan surat tuntutannya, persidangan didampingi hakim anggota, Aries Ginting SH dan Novarina Manurung SH, menunda persidangan hingga Rabu depan.

Terdakwa dijerat dengan pasal 114 (primer) dan pasal 112 (1) UU RI No.35/2009 tentang narkotika (dakwaan subsider).

Penulis: ay. Editor: gun.