HETANEWS

Jelang Sidang MK, Petugas Jukir Ini Tolak Kerusuhan

Romi Sinaga, salah seorang juru parkir (Jukir) di Siantar, Rabu (12/6/2019). (foto/hza)

Siantar, hetanews.com - Sejumlah juru parkir (Jukir) di Kota Siantar, menolak segala bentuk aksi kerusuhan, terkait gugatan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilpres 2019, di Mahkamah Konstitusi (MK).

Seperti disampaikan Romi Sinaga, salah seorang jukir, yang saban harinya menjaga parkir, di seputaran Ramayana Depstore, jalan Sangnawaluh, Kecamatan Siantar Timur, Kota Siantar.

Ia bersama masyarakat yang juga juru parkir di Siantar, mengecam keras, apabila ada rangkaian aksi-aksi yang berpotensi ricuh saat berjalannya proses persidangan, di MK.

Menurut Romi, hal tersebut hanya akan merugikan masyarakat terutama bagi pedagang-pedagang kaki lima seperti dirinya yang mencari nafkah bagi keluarga.

"Kita tidak ingin situasi memanas sampai berujung pada kerusuhan seperti tahun 1998 lalu. Karena yang sangat dirugikan adalah rakyat kecil seperti kami," kata Romi, Rabu (12/6/2019).

Selain itu juga, Romi mengimbau kepada masyarakat Kota Siantar khususnya para juru parkir, agar tidak terpengaruh segala bentuk konten negatif yang mengarah pada provokasi maupun berita bohong di seluruh lini sosial media.

"Kami mengajak masyarakat Siantar agar bisa menyaring, sebelum sharing kabar-kabar yang belum tentu kebenarannya," pungkasnya.

Penulis: hza. Editor: gun.