HETANEWS

Usaha Kusuk Lulur di Siantar Banyak Tak Kantongi Izin, Ini Datanya

Ilustrasi pijat "plus-plus". (Foto/Int)

Siantar, hetanews.com - Menjamurnya usaha kusuk lulur, di Kota Siantar yang diduga menjadi tempat prostitusi dan ternyata tidak mengantongi izin usaha, seperti diungkapkan Mardiana, Kabid Perizinan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Siantar.

"Banyak kali yang tidak punya izin. Cemana mau kita bilang, kalau dicek izinnya, banyak yang tidak punya izin," ungkap Mardiana saat dihubungi via telepon, Rabu (12/6/2019).

Kata Mardiana, usaha kusuk lulur yang berizin hanya di Megaland, Jalan Sangnaualuh, Jalan Medan dan Jalan Kartini.

"Hanya beberapa yang punya izin, seperti Megaland. Kalau untuk Tanjung Pinggir dan lokasi lainnya, jelas tidak berizin la," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Siantar, H Faidil Siregar yang diminta tanggapannya, terkait banyaknya usaha kusuk lulur yang diduga menjadi tempat prostitusi, meminta Pemerintah Kota (Pemko) Siantar untuk menutup semua lokasi kusuk yang terindikasi plus-plus.

Baca juga: Lurah Timbang Galung Tak Tau Ada Kusuk Lulur Melati, Tempat Almer Hembuskan Nafas Terkahirnya

Baca juga: Pensiunan PNS Meregang Nyawa di Kamar Kusuk depan Kafe Sobat, Ini Faktanya

"Tadi kita ada pertemuan dengan Wali Kota, yang dihadiri  DPD BKPRMI, PMRI, warga masyarakat, Dinas Sosial, Satpol PP, Asisten Pemerintahan dan Pers serta tokoh agama. Dalam pertemuan tadi, kita minta kepada Pemko atau Wali Kota untuk menindak lanjuti dan menutup semua lokasi kusuk yang terindikasi plus-plus atau prostitusi," ujarnya.

Saat pertemuan tersebut, kata Faidil, Wali Kota meresponnya dan memerintahkan Satpol PP dan Dinas Sosial untuk turun bersama, menutup tempat kusuk yang terindikasi ada prostitusinya.

"Ini akan diagendakan Satpol PP dengan Asisten Pemerintahan serta Dinas Sosial, kapan jadwal turunnya (melakukan penertibam). Kita tinggal menunggunya," pungkas Faidil saat dihubungi hetanews.

Penulis: hza. Editor: gun.