HETANEWS

Mobil Terbang dari Jepang Rencananya Dijual Paling Murah 30 Juta Yen

Sketsa gambar mobil terbang yang sedang dibuat Tetra Aviation Corporation Jepang. (ist)

Jepang, hetanews.com - Saat ini ada 7 perusahaan besar Jepang sedang membuat mobil terbang. Namun semua masih menjadi pertanyaan kapan kira-kira mobil tersebut bisa digunakan masyarakat.

"Kalau sebagai mobil konsep memang sudah banyak yang membuatnya termasuk kami. Bahkan September nanti rencana uji coba di Fukushima," kata Tasuku Nakai, CEO Tetra Aviation Corporation yang memiliki proyek membuat mobil terbang yang hanya memuat satu orang pengendara saja.

Kapan kira-kira mobil terbang itu bisa digunakan masyarakat, diperkirakan Nakai secepatnya tahun 2030.

"Namun sebelum tahun 2030 mungkin sudah mulai digunakan pula terutama untuk persiapan operasional masyarakat umum. Misalnya untuk polisi mobil terbang. Bisa muncul car chase mungkin ya di udara nantinya, oleh polisi mengejar pengendara umum," kata dia.

Nakai mengakui sejak kecil ingin membuat roket. Namun karena tidak mudah dia beralih ke pembuatan mobil terbang.

"Saya fokus kepada transportasi perpindahan orang yang lebih cepat lagi, itu perhatian saya. Jadi mobil terbang itu mewakili impian saya agar kita bisa cepat sampai ke suatu lokasi tujuan," ujarnya.

Berbagai persiapan dibutuhkan untuk bisa mencapai taraf penggunaan mobil terbang di Jepang oleh masyarakat umum.

"Hukumnya harus dibentuk jelas dan rinci. Untuk itu butuh pengertian dari masyarakat, menerima hal ini agar bisa dioperasikan dengan baik. Lihat saja drone yang masih belum sempurna pengaturannya hingga kini, masih perlu perbaikan hukum," lanjutnya.

Sosialisasi di masyarakat Jepang tidaklah mudah, membentuk pengertian dan penerimaan yang baik akan adanya mobil terbang nantinya. Diperlukan waktu panjang.

Oleh karena itu dipastikan Nakai, Amerika Serikat akan jauh lebih cepat memperkenalkan dan menjual mobil terbang kepada umum.

Lalu berapa harga mobil terbang per satu unit?

"Mungkin dijual paling murah 30 juta yen. Apa ada yang mau beli ya?" tanyanya serius.

Mengapa Nakai mempertanyakan hal itu, karena pengendaranya hanya satu orang saja.

Harga mobil terbang juga sesuai jumlah produksi. Makin banyak makin murah.

"Mungkin saja pada awalnya mahal karena belum produksi massal, jadi bisa dua kali lipat harganya," kata dia.

Uji coba di Fukushima September hanya diperkenankan dengan ketinggian sekitar 15-20 meter dan luas ruangan gerak sekitar 2-3 kali lapangan bola.

"Jadi memang cukup sempit untuk sebuah uji coba mobil terbang. Bagaimana kalau kita buat uji coba di Indonesia ya? Banyak ruangan kosong di Indonesia? Mungkin di Kalimantan atau di mana gitu?" tanya Nakai lagi.

Untuk produksi mobil terbang tersebut, perusahaannya juga membutuhkan uluran tangan para investor di mana saat ini mayoritas saham perusahaannya dari dirinya sendiri.

"Kalau ada investor mau beli saham kami untuk bisa menciptakan dana besar bagi pembuatan mobil terbang ya kami persilakan saja," kata dia.

Nakai yang masih berstatus mahasiswa tingkat Doktoral Universitas Tokyo tersebut menekuni bidang material.

"Kelebihan mobil terbang kami terutama karena lebih ringan dari model buatan produsen yang lain, lebih kuat memiliki power yang baik, serta tidak berisik seperti mobil terbang yang lain," kata dia menjelaskan perbedaan dengan yang lain.

Teknologi canggih yang dibuatnya itu dengan dasar antara lain penguasaan bidang roket serta saat ini spesialisasinya bidang material untuk bisa membuat mobil terbang seringan mungkin tetapi stabil dan baik untuk operasionalnya.


 

sumber: tribunnews.com

Editor: sella.