HETANEWS

Zainal Siahaan Jawab Pertanyaan Publik Soal Rangkap Jabatan

Zainal Siahaan. (foto/gee)

Siantar, hetanews.com - Penataan birokrasi di masa pemerintahan Wali Kota, Hefriansyah, baru - baru ini jadi sorotan publik, karena salah satu pejabat tinggi pratama di lingkungan Pemko Siantar, mengemban 3 jabatan sekaligus.

Wali Kota yang juga sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) di pemerintahan, dinilai telah melakukan kesalahan, karena telah menempatkan Zainal Siahaan, di tiga jabatan sekaligus.

Zainal Siahaan, merupakan Pejabat Eselon II B yang sebelumnya menduduki jabatan sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Siantar.

Kemudian menjadi Plt (Pelaksana Tugas) BKD, setelah dilantik sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Pemko Siantar, pada 5 Maret 2019, lalu.

Selain mengemban dua jabatan tersebut, Zainal Sihaan, juga dilantik sebagai Ketua Dewan Pengawas PDAM Tirtauli Kota Siantar. Dia ikut seleksi terbuka dan mengikuti test untuk mengambil posisisi tersebut.

Baca juga: Meski Diminta Ditunda, Badan Pengawas dan Dewan Pengawas Perusahaan Daerah Tetap Dilantik

Baca juga: Soal Zainal Emban 3 Jabatan, Robert Siregar: Emang Tidak Ada Lagi ASN Di Siantar Ini

Baca juga: Benny: Zainal Siahaan Manusia Super, Bisa Pegang 3 Jabatan Sekaligus

Zainal Siahaan yang ditemui usai pelantikan Badan Pengawas dan Dewan Pengawas Perusahaan Daerah, Selasa (11/6/2019) mengatakan, bahwa sejauh ini, dirinya tidak merasa kewalahan dalam mengemban rangkap jabatan.

"Sampai saat ini masih bisa waktunya. Karena ini kan masih baru. Plt di BKD hanya sementara, kalau di Dewan Pengawas masih baru dilantiknya ini," kata Zainal, sata ditemui di Ruang Data Balaikota Siantar.

Ia mengungkapkan, bahwa jabatan sebagai Plt BKD hanya sementara. Karena kemudian, kata dia, akan dibuka seleksi terbuka untuk mengisi jabatan defenitif di posisi tersebut.

Masih katanya, seleksi terbuka itu akan dibuka satu atau dua bulan kedepan. Selanjutnya setelah seleksi terbuka dimulai, maka jabatan Plt BKD yang diembannya akan 'dilepas'.

"Tinggal menunggu satu atau dua hari lagi, karena ada yang mau kita siapkan ke KASN. Sudah itu, kita buka (seleksi terbuka). Kalau sudah berjalan, kan gak sampai pelantikan yang baru lagi jabatanya," ungkapnya.

Menurut Zainal, mengemban jabatan di tiga posisi sekaligus tidak menyalahi aturan. Ia mengatakan, yang merasakan dampak atas rangkap jabatan itu ialah atasannya yakni Wali Kota Siantar.

"Yang merasakan itu kan, Wali Kota. Bukan saya. Saya akan melaksanakan sebaik mungkin. Kalau melihat berhasil atau tidak kan, bukan saya. Kan pimpinan yang memberikan kepercayaan itu," ucapnya.

Dia mengakui, dalam mengemban jabatan tersebut, ia hanya menerima gaji dari satu posisi jabatan dan hanya satu Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP).

"Walaupun rangkap jabatan, TPP saya tetap satu, gak ada bisa diambil dua itu. Gaji tetap satu, kecuali nanti dari Dewan Pengawas, beda lah. Kalau dari Asisten II dan BKD hanya satu. Ini adalah kepercayaan pimpinan, jadi kita jalankan sebagai mungkin," pungkasnya.

Disinggung menganai nilai assessment test atau uji kompetensi yang rendah, Zainal membantah dan menyebutkan nial assessment testnya di atas rata - rata.

"Nilai saya bagus, disitu. Gak ada. Enggak termasuk saya nilai yang unfit. Nilai saya dalam kategori bagus," ucapnya tegas.

Penulis: gee. Editor: gun.