HETANEWS

Terkait Tewasnya Pensiunan Depkes di Lokasi Kusuk Lulur Melati, Ini Desakan BKPRMI

H Faidil Siregar, Ketua DPD Dewan Pengurus Daerah (DPD) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Siantar, saat ditemui di Kantor Lurah Timbang Galung, Kota Siantar, Selasa (11/6/2019). (foto/hza)

Siantar,hetanews.com-Pasca tewasnya Almer Sitorus (64), pensiunan Departemen Kesehatan (Depkes) yang tinggal di Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba, di lokasi Kusuk Lulur Melati, di Jalan Adam Malik, Kelurahan Timbang Galung, Kecamatan Siantar Barat, Selasa  (11/6/2019) pagi,  pihak Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Siantar, angkat bicara.

Tak hanya protes, BKPRMI juga meminta  Pemerintah Kota (Pemko) Siantar, lebih proaktif dalam mengawasi setiap bidang saha yang ada, guna menghindari terjadinya hal yang tidak diinginkan.

H Faidil Siregar, selaku Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Siantar saat ditemui di Kantor Lurah Timbang Galung menyampaikan, meminta Pemko turun langsung mengecek izin-izin usaha yang ada di Kota Siantar.

"Pihak perizinan, Satpol PP, lurah, camat, harus mengawasi itu. Dalam kejadian ini (tewasnya pria di kusuk lulur), pemko kecolongan," kata Faidil Siregar.

Selain itu juga,  Faidil mengaku sudah menyurati Lurah, Camat, Kapolres, dan Wali Kota, agar lokasi atau tempat usaha kusuk tersebut ditutup.

"Itu harus ditutup. Lokasi itu harus dipasang police line. Kita nggak mau lagi terjadi hal yang tidak diinginkan. Lokasi itu bisa dikatakan prostitusi secara gelap-gelapan. Izinnya itu juga nggak ada. Sudah ada empat tahun itu beroperasi," ucap Faidil kembali.

Dikatakannya, jika persoalan ini tidak terselesaikan, tokoh agama akan turun. "Kita tidak terima ada tempat-tempat seperti itu," ujarnya.

Tempat usaha kusuh lulur, dimana tewasnya pensiunan Depkes tersebut tidak memiliki izin, setelah Kabid Perizinan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Siantar, Mardiana yang dikonfirmasi wartawan dan memastikan, bahwa usaha tersebut tidak memiliki izin.

Terakhir,  Lurah Timbang Galung, Erwan Saragih yang dikonfirmasi prihal kejadian tewasnya pensiunan Depkes itu, belum mengetahui persis tentang kusuk lulur tersebut.

Hanya saja, Erwan menegaskan, pihaknya akan menindaklanjuti surat BKPRMI untuk menutup tempat kusuk lulur itu.

"Baru empat bulan aku di sini (jadi lurah). Sepengetahuanku, itu kusuk aja, nggak ada plus-plusnya," pungkasnya.

Sebelumnya duberitakan, Almer Sitorus (64), asal Kota Jakarta yang kini tinggal di Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba, tewas seketika di lokasi Kusuk Lulur Melati, di Jalan Adam Malik, Kelurahan Timbang Galung, Kecamatan Siantar Barat, Selasa (11/6/2019) pagi.

Korban diduga tewas pasca menkonsumsi obat kuat terlebih dahulu, sebelum melakukan hubungan intim bersama wanita pekerja kusuk lulur.

Kini jenazah korban telah dievakuasi petugas kepolisian dari Polsek Siantar Barat ke ruangan forensik RSUD Djasmen Saragih Kota Siantar.

Hamonangan Sitorus, adik korban (Almer Sitorus) saat diwawancarai di ruangan forensik menyampaikan, korban merupakan pensiunan Depkes (Departemen Kesehatan) dan sudah lama tinggal di Jakarta.

Baca juga: Pensiunan PNS Meregang Nyawa di Kamar Kusuk depan Kafe Sobat, Ini Faktanya

"Baru dua hari pulang dari jakarta. Hari minggu itu lah sampai kemari. Abang kami ini pensiunan Depkes," ujarnya kepada Hetanews.com.

Terpisah, pemilik usaha kusuk lulur, Rudi (62) menyampaikan, setelah korban datang, dirinya menelpon Maimunah, karena ada tamu.

"Pas ku telpon Maimunah masih di Pajak Horas. Hanya lima menit aja tadi didalam," ujarnya ketika ditanyai.

Penulis: hza. Editor: gun.