HETANEWS

Terjaring OTT, Oknum Kasir PDAM Tirta Lihou Divonis 2 Tahun

Terdakwa ES, kasir PDAM Tirta Lihou unit Sinasih. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Terbukti korupsi, terdakwa Edison Saragih (ES),  kasir kantor PDAM Tirta Lihou unit Sinasih, Kecamatan Silau Kahean, Kabupaten Simalungun, divonis 2 tahun, denda Rp Rp 50 juta subsider 3 bulan, di Pengadilan Tipikor, Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (10/6/2019), lalu.        

Demikian dikatakan jaksa, Juna Karo Karo SH dari Kejari Simalungun yang menyidangkan perkara tersebut kepada wartawan, Selasa (11/6/2019).

Vonis tersebut, lebih ringan dari tuntutan jaksa, yang sebelumnya menuntut pidana penjara selama 3 tahun dan denda yang sama, dengan putusan hakim yang diketuai,  Sri Wahyuni Batubara SH MH, dibantu panitera pengganti, Bambang Fajar SH MH.        

Hakim PN Tipikor, sependapat dengan jaksa, menyatakan terdakwa terbukti bersalah  melanggar pasal 11 huruf E UU No:20/2001 tentang Korupsi.        

Sesuai fakta hukum, terdakwa ES, ditangkap pihak Polres Simalungun terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) dengan barang bukti, uang Rp.11.200.000.

Baca juga: Oknum Kasir PDAM Tirta Lihou Dituntut 3 Tahun & Denda di PN Tipikor Medan

Pria berumur 41 tahun tersebut, diduga melakukan pungutan liar (Pungli) kepada warga yang melakukan pemasangan air ke rumah warga sebesar Rp.1.500.000 dari 17 pelanggan.        

Padahal, Perusahaan Air Minum Tirta Lihou sudah menerima Rp.6 Miliar dari PUPR untuk pemasangan instalasi air. Dana hibah pemerintah pusat dan penyertaan modal dari Pemkab Simalungun untuk sambungan air ke rumah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Nagori Sinasih, Kecamatan Silau Kahean, sebanyak 34 KK.       

Pemasangan Sambungan Rumah (SR) telah mendapat subsidi 2 hingga Rp 3 juta. Akan tetapi, oknum kasir tersebut tetap melakukan kutipan liar kepada 17 Pelanggan. 

Menurut Juna, terdakwa didampingi pengacaranya, menyatakan menerima vonis tersebut. Sedangkan jaksa masih pikir-pikir.

Penulis: ay. Editor: gun.