HETANEWS

Penjelasan PLN Sumut soal Penyebab Padam Listrik saat Ramadan dan Idul Fitri

Manager Komunikasi PLN Wilayah Sumatera Utara, Rudy Artono. (Natalin Sinaga)

Medan, hetanews.com - Kebutuhan masyarakat akan energi listrik sudah menjadi kebutuhan utama.

"Untuk kesediaan pasokan listrik sangat aman. Kita masih punya persediaan 300 Mega Watt (MW) lagi," Manager Komunikasi PLN Wilayah Sumatera Utara (Sumut), Rudy Artono, Senin (10/6/2019).

Ia mengatakan persiapan PLN dalam rangkaian mulai dari Ujian Nasional, Pilpres, Ramadan dan Idul Fitri memiliki persiapan yang sama yakni dengan 300 posko siaga, dan personil sebanyak 2600 masih tetap disiagakan.

"Selesai Idul Fitri ini kembali seperti semula. Untuk pemadaman, Alhamdulillah aman, artinya pemadaman yang terencana. Untuk pemeliharaan tidak lakukan pada saat idul Fitri maupun Ramadan," ucapnya.

Meskipun begitu, diakui Rudy, memang masih ada beberapa kali pemadaman disebabkan cuaca ekstrem, yang mengakibatkan misalnya pohon tumbang mengenai jaringan, ranting-ranting pohon yang mengenai jaringan ketika angin berhembung. Sehingga mendorong kabel-kabel listrik menjadi hubungan sesaat, ini menyebabkan trip di jaringan.

"Petir juga sangat rawan di musim ekstrem saat ini, kemaren, seminggu lalu ada pohon tumbang, nah itu panjang jaringan kita yang putus. Jadi membutuhkan pemeliharaan, wajar mengakibatkan padam. Kalau ada pertanyaan dari pelanggan tentang padamnya listrik itu akibat gangguan-gangguan sesaat yang tidak bisa kita hindari,"ungkapnya.

Terkait kinerja PLN selama Ramadan sampai Idul Fitri kata Rudy, masih normal.

"Alhamdulillah kinerja kita diukur dari berapa lama padam itu bisa direcoveri dan padam itu bisa terjadi. Alhamdulillah sampai idul Fitri ini masih dalam batasan yang masih normal, dan hal yang masih bisa ditoleransi," tambahnya.

Ia berharap kepada pelanggan untuk mengunakan listrik secara legal, sebab mengunakan listrik secara ilegal itu bisa mengakibatkan hal yang merugikan pelanggan sendiri atau masyarakat umumnya, yakni bisa terjadi kebakaran, kecelakaan yang bisa mengakibatkan kehilangan nyawa.

"Untuk penggunaan tenaga listrik, gunakan dengan standar PLN dengan legal, sering terjadi pelanggan itu harus diputus, kami tidak mau untuk menghindari itu. Kami menghimbau untuk melunasi listrik sebelum tanggal 20, dan kami menghimbau juga untuk masyarakat agar bekerjasama apabila melihat jaringan PLN yang tersentuh pepohonan agar segera melaporkan layanan PLN terdekat," tutupnya.


 

sumber: medan.tribunnews.com

Editor: sella.