HETANEWS

Lahan Pertanian di 3 Kecamatan Rusak Akibat Erupsi Sinabung Terakhir

Gunung Sinabung terlihat ditutupi asap pada bagian puncaknya, Senin (10/6/2019). (M Nasrul)

Karo, hetanews.com-Lahan pertanian di sedikitnya tiga kecamatan di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, rusak, akibat abu vulkanik Gunung Sinabung pasca-erupsi pada Minggu (9/6/2019) kemarin.

Kepala BPBD Karo Martin Sitepu mengatakan, abu vulkanik Sinabung tersebar di enam kecamatan di sana.

"Memang ada tiga kecamatan yang lahan pertaniannya rusak," kata Martin, Selasa (11/6/2019).

Tiga kecamatan yang lahan pertaniannya rusak itu yakni Kecamatan Payung, Kecamatan Namanteran, dan Kecamatan Kutabuluh.

"Lebih dari 70 persen lahan pertanian di sana mengalami kerusakan karena terpapar abu," ujar Martin.

Lebih lanjut, Martin menuturkan kerusakan yang terjadi tidak terlalu parah dan hanya sebagian kecil yang berpotensi mengalami gagal panen.

"Meski di tiga kecamatan ini abu cukup tebal, kerusakan yang ditimbulkan tidak sampai puso (gagal panen alias rusak parah)," ungkap Martin.

Tiga kecamatan itu, berada pada radius 5 km hingga 10 km ke arah tenggara dari puncak gunung. Arah angin yang mengarah ke sana sehingga sebaran abu cenderung terpapar di beberapa wilayah di sana.

Hingga kini pihaknya belum bisa memberi angka pasti kerusakan lahan pertanian di sana. Selain tiga kecamatan itu, ada beberapa desa yang juga terpapar abu namun masih tipis. Desa-desa itu berada pada radius lebih dari 10 km ke arah tenggara dan timur laut.

Pemerintah Kabupaten Karo tengah meninjau kondisi lapangan. Bupati Karo, bersama Kapolres Karo dan Dandim diinformasikan tengah memantau kerusakan yang terjadi akibat erupsi.

Otoritas terkait belum bisa memberikan data-data kerugian maupun korban akibat erupsi. Masyarakat dan wisatawan yang berada di sekitar zona merah juga telah diminta untuk keluar.

"Belum ada laporan mengenai korban atau kerugian," kata Kabid Darurat dan Logistik BPBD Karo, Natanail Parangin-angin.

Sebelumnya, Gunung api Sinabung di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara kembali mengalami erupsi pada Minggu (9/6/2019) sore. Erupsi terjadi sekitar pukul 16:28 WIB.

Berdasarkan data yang diperoleh dari KESDM, Badan geologi, dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pos pengamatan Gunung Api Sinabung, tinggi kolom abu teramati mencapai 7.000 meter dari atas puncak gunung, atau mencapai 9.460 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu vulkanik berwarna hitam pekat dengan intensitas tebal yang mengarah ke arah selatan. Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 120 mm dan durasi kurang lebih 9 menit 17 detik.

Erupsi yang terjadi mengeluarkan awan panas ke arah tenggara sejauh 3,5 km dan selatan jarak 3 km. Erupsi juga mengeluarkan suara gemuruh sampai ke pos pengamatan Gunung Api Sinabung.


 

sumber: medan.tribunnews.com

Editor: sella.