HETANEWS

Beli 2 Paket Sabu, Andri Minta Dihukum Ringan Usai Diancam 3,6 Tahun

Terdakwa berjalan bersamaan tahanan lainnya menuju ruang tahanan sementara. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com-Andri Yospiana Damanik (31), minta dihukum ringan usai diancam 3,6 tahun oleh jaksa, disidang PN Simalungun, Senin (10/6/2019).

Jaksa Juna Karo-Karo SH, mempersalahkan warga jalan Asahan  Batu VIII ini, dengan pasal 127 (1) UU RI No 35/2009 tentang penyalahgunaan narkotika bagi diri sendiri.

Terdakwa ditangkap Syarif Noor Sholin, Fernando Nababan dkk (Satres Narkoba Polres Simalungun), setelah membeli 2 paket sabu.

Sabu seharga Rp.200 ribu, dibeli dari Parna Simbolon (DPO) di jalan Melati Siantar atas permintaan Supri (DPO), yang akan dipakai bersama-sama.

Usai membeli sabu, pada Kamis (15/11/2018) lalu, terdakwa Andri, kembali ke rumahnya dan menyimpan sabu didalam kotak rokok Sempoerna yang diletakkan dalam kandang  ayam, di belakang rumah.

Tak berapa lama, Supri menghubungi terdakwa untuk bertemu di bengkel Pak Min yang berjarak lebih kurang 200 meter dari rumah terdakwa.

Terdakwa meletakkan kotak rokok berisi sabu di atas palang pintu bengkel yang sudah tutup, sedangkan bong diletakkan di teras bengkel. Baru beberapa menit menunggu, datang petugas mengamankan terdakwa bersama barang bukti 0,42 gram (bruto) sabu.

Didampingi pengacara Sintong Sihombing SH dari Posbakum PN Simalungun, terdakwa mohon agar hakim meringankan hukumannya.

"Saya menyesal yang mulia, saya mohon agar saya dihukum seringan-ringannya,"kata Andri.

Majelis hakim, Novarina Manurung SH, Aries Ginting SH dan Roziyanti SH, menunda persidangan satu Minggu untuk pembacaan putusan.

Penulis: ay. Editor: gun.