HETANEWS

Ratusan TKI Padati Pelabuhan Teluk Nibung, Petugas Standby

Petugas yang berjaga di dalam pelabuhan Teluk Nibung. (foto/ferry)

Tanjungbalai, hetanews.com - Punca arus mudik di pelabuhan Penumpang Ferry Internasional Teluk Nibung, Tanjungbalai, terjadi pada H-3 atau pada Sabtu (1/5/2019).

Para pemudik ini, rata-rata adalah para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang berkerja di Malaysia. 

Mereka menumpang kapal ferry dari pelabuhan Port Klang,  Selangor Malaysia menuju Pelabuhan Penumpang Ferry Internasional Teluk  Nibung, untuk merayakan Idul Fitri, di kampung halaman mereka masing-masing.

Untuk hari ini (Sabtu), terdapat empat kapal yang membawa penumpang dari Malaysia, yakni  Kapal Ferry Aero speed membawa 109 penumpang,  Ferry Atlantic 362 penumpang,  kemudian Ferry Ocean star ll  membawa  139 penumpang serta Ferry Ocean star membawa   140 penumpang.

Hal itu dikatakan AKP Agung Basuni, selaku Kasatgas BanOps Ketupat Toba 2019 saat meninjau langsung, di lokasi pelabuhan.

Pemudik yang sebagian besar TKI turun dari kapal ferry, di pelabuhan Teluk Nibung. (foto/ferry)

AKP Agung Basuni mengatakan, dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri tahun 2019, Satuan Polisi Perairan yang dihunjuk  selaku Satgas Bantuan Operasional Operasi Ketupat Toba 2019 melaksanakan kegiatan pengamanan secara terpadu, di Pos Pam Terpadu yang berlokasi di kawasan pelabuhan Tanjungbalai Asahan.

Pengamanan ini, menurutnya, dilakukan secara melekat dalam  melakukan pengawasan dan  pengamatan serta pemeriksaan terhadap para penumpang yang datang dari Malaysia maupun akan berangkat ke Malaysia dengan berkoordinasi bersama instansi lain seperti TNI, Bea Cukai, Imigrasi, Kesehatan dan sebagainya.

Hal ini bertujuan untuk memberikan pelayanan kepada para penumpang serta antisipasi adanya tindak pidana penyelundupan dan gangguan kamtibmas seperti pencurian, pencopetan dan  premanisme yang mudah terjadi pada saat penumpang ramai, ucap AKP Agung Basuni yang juga menjabat Kasat Polair Polres Tanjungbalai.

Selain itu, untuk  mendukung keberadaan pos pengamanan terpadu, personil Satpolair juga melakukan kegiatan patroli rutin yang dilaksanakan di tengah laut.

Suasana di dalam pelabuhan Teluk Nibung. (foto/ferry)

Patroli ini dimaksudkan untuk secara langsung mengawasi pergerakan kapal yang keluar masuk Tanjungbalai, baik kapal penumpang, kapal barang ataupun kapal nelayan dengan sistem stasioner (lego jangkar) dan hunting system (bergerak).

Dalam kegiafan patroli ini, petugas juga melaksanakan koordinasi dengan instansi lain seperti TNI AL, Basarnas, Bea Cukai, KSOP dan Pelindo, guna mengetahui jadwal lewat kapal penumpang di lokasi/titik patrol. Sehingga apabila ada hal-hal yang terjadi seperti trouble mesin kapal, kecelakaan kapal, sampai dengan informasi cuaca buruk langsung, bisa memberikan bantuan dengan cepat, ujarnya.

Kegiatan patroli juga dikemas dengan memberikan himbauan kamtibmas dan pengecekan terhadap kapal - kapal yang membawa barang-barang bawaan penumpang yang dicurigai/illegal dari Malaysia.

Hari Senin, merupakan hari terakhir pelayanan arus mudik bagi penumpang dari Malaysia di pelabuhan Teluk Nibung, tutupnya.

Penulis: ferry. Editor: gun.
Komentar 1
  • Nury Yuni Simamora
    gιnĸ мιn, pleaѕe dιjawaв..
    ѕaυdara ѕaya ada yang вerangĸaт мenυjυ aѕaнan darι мalayѕιa pada 22 ato 23мeι 2019 pυĸυl 12 мalaм, тapι ѕaмpaι ѕaaт ιnι dιa вelυм ѕaмpaι jυga dιĸaмpυng нalaмan.. pleaѕe вanтυ carι ιnғorмaѕι dong мιn