HETANEWS

Pemudik Persoalkan Pelabuhan Teluk Nibung Tanjungbalai yang Panas dan Pengap

Tampak latar belakang pelabuhan yang gelap saat penumpang turun dari kapal ferry. (foto/ferry)

Tanjungbalai, hetanews.com - Para pemudik dari Malaysia yang baru tiba di Pelabuhan Teluk Nibung untuk merayakan Idul Fitri 2019, di kampung halaman, merasa kecewa atas pelayanan yang mereka dapatkan dari pihak Otoritas Pelabuhan.

Pasalnya, saat memasuki ruangan tunggu, di dalam pelabuhan, kondisi ruangan terasa panas dan pengap. 

Hal ini dikarenakan pendingin hawa (AC),  di dalam ruangan tersebut tidak maksimal.

Menurut Syafri, salah seorang pemudik, fasilitas yang mereka dapatkan tidak sesuai dengan besaran uang yang telah mereka bayar yakni  untuk boarding pass /pas pelabuhan sebesar Rp 60.000.

Akibat kurang maksimalnya pendingin hawa,  membuat suasana dalam ruangan terasa pengap oleh kehadiran ratusan pemudik yang antri untuk mencop paspor,  ucapnya yang baru saja tiba dari Malaysia untuk berlibur, di kampungnya, di Tebingtinggi dan hal ini diamini penumpang lainnya,  Sabtu (1/6/2019).

Para pemudik ini, berharap pihak Pelindo untuk bisa membenahi fasilitas yang ada, sehinga penumpang merasa nyaman.

Bukan itu saja,  penerangan di luar dan di dalam ruangan pun tidak cukup cahaya.

"Yang paling nampak gelapnya adalah saat turun dari kapal menuju ruang tunggu sangat kurang penerangannya, seakan kita berjalan di dalam lorong, “ucap Asni. warga Tanjungbalai.

Pantauan hetanews.com yang sedang mengadakan liputan arus mudik di pelabuhan tersebut,  mengamini apa yang dirasakan oleh para pemudik ini.

Keringat bercucuran membasahi tubuh penulis,  belum lagi rasa pengap dan sesak, karena di dalam ruangan tersebut terdapat ratusan pemudik yang sedang antrian untuk berurusan dengan pihak imigrasi dalam hal pasport.

Sepertinya, hal ini tidak ditanggapi oleh pihak PT Pelindo. Karena keadaan ini sudah berlangsung lama dan sepertinya tidak ada penghargaan langsung yang diberikan pihak Pelabuhan, dalam menyambut para pahlawan Devisa Negara ini.

Penulis: ferry. Editor: gun.