HETANEWS

Komentar Tokoh Agama Soal Rumah Rp 32 Miliar Muzdalifah, Jangan Dijual, Ada Makam Mantan Suaminya

Muzdalifah dan rumah mewahnya. (instagram)

Jakarta, hetanews.com - Rumah Rp 32 Miliar milik Muzdalifah memang masih terus dibicarakan. Kabar Muzdalifah menjual rumah mewahnya seolah menyimpan misteri tersendiri.

Muzdalifah tinggal bersama lima orang anaknya di rumah tersebut. Rumah megah Muzdalifah itu awalnya terpampang di sebuah situs jual beli online.

Tak main-main, harga yang dipasang saat itu kurang lebih Rp 32 Miliar.

Kabar Muzdalifah ingin menjual rumahnya ini belakangan dikaitkan dengan para tokoh agama yang pernah membicarakan kediaman mewah istri Fadel Islami.

Satu di antaranya adalah kisah Mamah Dedeh dan Ustaz Zacky Mirza.

Cerita Mamah Dedeh

Mamah Dedeh bercerita bahwa ia memang pernah mengunjungi rumah mewah sahabatnya itu.

Tokoh agama yang sering memberikan ceramah lewat sebuah acara di televisi itu mengunjungi rumah Muzdalifah sebelum kabar penjualan menyeruak.

Dalam sebuah tayangan infotainment, Mamah Dedeh pernah memberi kesannya dengan rumah mewah itu.

Setelah Mamah Dedeh melihat-lihat isi dan disambut oleh sang empunya rumah, Mamah Dedeh pun memberi penilaiannya.

Saat itu, Mamah Dedeh mengaku baru pertama kali menyambangi rumah mantan istri Nassar tersebut.

"Ke rumah ini juga baru. Tapi lewat udah sering. Orang-orang bilang ini rumah Muzdalifah," ujar Mamah Dedeh.

Mamah Dedeh mengaku ia seringkali merasa takut jika ingin mampir ke rumah Muzdalifah.

Satu di antara alasannya karena ia takut ketika datang berkunjung rupanya Muzdalifah tak ada di kediaman.

"Takut yang punya rumah kagak ada," ujar mamah Dedeh.

"Makanya enggak pernah jadi mampir" tambahnya.

Mamah Dedeh pun bercerita kalau ia sudah lama mengenal Muzdalifah.

"Kenal sama Muzda itu sudah dari lama. Kita sama-sama ngisi acara di tivi, ketemu. Muzda emang orangnya sering bawain makanan. Dia tahu mamah doyan makan," ungkap Mamah Dedeh.

"Jadi akrab. Dan Alhamdulillah, Allah mempertemukan kita. Kita jadi seperti keluarga. Itulah saya yakin ini atas izin Allah," tambah Mamah Dedeh.

Mamah Dedeh lalu bercerita kesannya ketika makan di rumah mewah Muzdalifah.

Menurut Mamah Dedeh, Muzdalifah adalah sahabatnya yang sering kali menawari makanan. Hal itu karena Muzdalifah tahu ternyata Mamah Dedeh sangat menyukai makan.

Setelah menyantap makanan yang dihidangkan Muzdalifah, Mamah Dedeh pun berharap kalau itu bukan pertama dan terakhir kalinya ia bertamu ke rumah tersebut.

"Mudah-mudahan ini bukan yang pertama dan terakhir. Alhamdulillah saya sudah makan sama daun pepaya, teri," canda Mamah Dedeh, saat berkunjung ke rumah tersebut.

Cerita Ustaz Zacky Mirza

Ustaz Zacky Mirza adalah orang-orang yang termasuk menolak keras Muzdalifah menjual rumahnya.

Ustaz Zacky Mirza mengaku akan sangat marah bila benar istri Fadel Islami ini akan segera menjual rumah.

Pasalnya, rumah itu adalah hasil kerja keras Haji Nurman yang memiliki kedekatan dengan dirinya.

"Saya hanya berharap rumah peninggalan suami pertama Bu Hajah tidak dijual, karena banyak kenangan di sana." ujarnya.

Bahkan, yang paling dirinya takutkan adalah ketika mengingat soal makam sahabatnya itu.

"Makam Pak Haji (Nurman) juga di komplek rumah itu," kata Ustaz Zacky Mirza.

Muzdalifah pun tak menampik kabar tersebut, hanya saja harga yang tercantum kurang akurat.

Muzdalifah mengaku akan melepas rumahnya jika ada yang menawar Rp50 miliar.

"Istilahnya itukan privasi saya, itu kan hak saya, karena kan ini juga rumah saya bukan rumah orang. Mau digimanakan ya terserah saya ya, mau digimana orang mau bilang apa terserah," kata Muzdalifah.

"Istilahnya, kalau memang dijual laku melebihi nominal itu ya aku lepas aku pindah ke belakang, gitu. Jadi kan ada suasana baru gitu," sambungnya.

Sontak saja masyarakat kaget dan bertanya-tanya dengan keputusan yang diambil oleh Muzdalifah.

Apalagi, diketahui kalau di bagian rumah tersebut ada makam mendiang suami pertamanya, Haji Nurman.

Kabar dijualnya rumah Muzdalifah memang masih terus dibicarakan hingga saat ini.


 

sumber: tribunnews.com

Editor: sella.